Harga Mahal di Kawasan Wisata Anyer-Cinangka, Kadisporapar Nilai Efek Persaingan Bisnis

Salah Satu Pantai di Anyer.*

Sering mencuatnya harga tiket pariwisata di kawasan Anyer-Cinangka yang dianggap mahal, Kepala Dinas Pemuda Olah raga dan Pariwisata (Kadisporapar) Kabupaten Serang Hamdani menilai hal tersebut efek persaingan bisnis. Sebab, di wilayah Banten khususnya Kabupaten Serang banyak terdapat tempat wisata.

“Berita semacam itu (Harga tiket wisata Anyer-Cinangka mahal) sebenarnya muncul karena persaingan kan di sini banyak tempat wisata di Banten Jabar. Kadang berita tahun kapan muncul lagi, ini mah enggak habis-habis kata saya,” ujar Hamdani kepada Kabar Banten, Jumat (28/2/2020).

Selain itu, menurutnya, informasi yang viral terkait tiket wisata mahal tersebut banyak hal bohong yang disampaikan. Dirinya pun mengaku kecewa adanya persaingan bisnis yang kurang sehat semacam itu.

Misalnya, kata Hamdani, informasi terkait karcis masuk pantai umum mencapai Rp 800.000. Dirinya pun langsung turun ke lapangan untuk mengecek, ternyata di sana orang di dalam bus tersebut yang dihitung.

“Saya kasih saran ke (Pengelola) pantai umum nanti karcis itu mobil berapa, orang berapa. Padahal itu (tiket) masuk yang orang dalam bus. Langsung ketemu orangnya, kita tanya. Kaya kemarin Karang Bolong muncul Rp 35.000 ternyata di sana bukan karcisnya segitu, cuma pengen gampangnya aja. Orang dan motor dua itu sekian, harusnya di rinci masing-masing karcis,” tuturnya.

Ia mengatakan, setelah diberikan saran tersebut, para pelaku wisata di Anyer Cinangka mengaku menerima. Sebab, kata dia, jika itu dibiarkan akan berdampak pada kunjungan wisata. Masyarakat akan kapok berkunjung ke Anyer Cinangka.

“Mereka mau ikuti, dan terima saran itu. Itu saya bilang berdampak ke wisata dia, orang kapok. Padahal kalau secara keseluruhan tidak mahal dan wajar saja. Orang masuk misalnya Rp 15.000 ada fasilitas,” ucapnya.

Kemudian, pihaknya pun akan terus memantau kondisi tempat wisata tersebut. Dirinya tak ingin informasi harga-harga mahal yang sering beredar itu kembali lagi terjadi.

“Kemarin juga sudah bersurat dan mantau kaitan dengan harga makanan jadi kita wajibkan setiap restoran pasang harga tarif. Silakan sesuai dengan itu. Saya baca berita ada yang bayar ratusan ribu, saya mau, tidak ada seperti itu lagi,” tuturnya.

Selanjutnya, kata dia, untuk bisa menarik wisatawan datang pelayanan di kawasan wisata harus terus diperbaiki.

“Terutama wisata pantai. Kita sudah buat PIP (Pusat Informasi Pariwisata) walau belum operasional tapi itu merupakan untuk pelayanan. Nanti ketika akan tempat kan berbagai pelaku agar komunikasi gampang, misal ada karcis mahal, ada pengunjung butuh informasi tempat wisata terkait track sepeda di sana (PIP) nanti,” katanya. (Dindin Hasanudin)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here