Harga Jahe Masih Tinggi

SERANG, (KB).- Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang menyebutkan harga jahe di pasaran hingga kini masih mencapai Rp 80.000 per kilogram. Hal tersebut terjadi akibat banyaknya permintaan masyarakat untuk salah satu jenis rempah tersebut yang diduga dapat menjadi penangkal virus corona.

Kepala Diskoperindag Kabupaten Serang Abdul Wahid mengatakan, salah satu yang menjadi sorotan, yakni kenaikan harga rempah-rempah khususnya jahe. Meski barang tersebut tidak masuk sembako, namun akhir akhir ini lonjakan harganya cukup tinggi.

“Harganya sekarang lebih mahal dari ayam dari Rp 20.000, jadi Rp 80.000, karena orang butuh jahe (untuk penangkal corona) saya saja tiap hari beli jahe,” katanya.

Sementara, di Kabupaten Serang untuk persediaan pangan masih aman, meski beberapa sudah merangkak naik, di antaranya gula pasir yang naik dari Rp 12.500 menjadi Rp 17.000-19.000 per kilogram.

“Kami ada paling dibatasi belinya seperti di supermarket paling bisa sekilo,” ujarnya, Jumat (20/3/2020).

Selain itu, ucap dia, bawang merah dan bawang putih juga mengalami kenaikan. Hal tersebut terjadi, karena masih ketergantungan dengan pasokan impor.

“Impor gula dan bawang putih itu baru masuk April. Bawang putih kita itu 90 persen impor Cina, jadi makanya itu selalu mahal atau langka apabila tidak ada impor. Ini terjadi di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Ia mengatakan, penting disampaikan informasi kepada masyarakat, bahwa beberapa bahan pokok dibatasi pembeliannya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here