Jumat, 22 Juni 2018
Seorang petani sedang memanen jagung di kebun Desa Pagintungan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang.*

Harga Jagung di Kabupaten Serang Turun

Harga jagung pipilan kering dan jagung tongkolan di Kabupaten Serang turun sejak dua bulan lalu. Jika sebelumnya harga jagung pipilan mencapai Rp 4.500 per kilogram (kg), kini hanya seharga Rp 3.500-3.800 per kg, bahkan untuk jagung tongkolan yang sebelumnya Rp 2.000-2.300 per kg, kini hanya Rp 1.200-1.800 per kg. Hal tersebut diduga dampak dari adanya kebijakan impor jagung yang dikeluarkan pemerintah pusat, ditambah adanya panen serentak di sejumlah daerah.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura pada Dinas Pertanian Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana menuturkan, untuk harga jagung yang dibeli oleh pabrik pakan di Kabupaten Serang pada Senin (11/12/2017) harganya sekitar Rp 4.000 sampai Rp 4.500 per kg, tetapi sekarang pabrik pakan paling membeli dengan harga Rp 3.500-3.800 per kg. “Kalau hitungan kami harga jagung pipilan kering di atas Rp 3.000 per kg itu msih ada untung, walaupun kecil dan memang kebutuhan nasional masih cukup besar. Ditambah ada kebijakan impor jagung total sekitar 7.500 ton, jadi harga turun,” katanya. Jumat (3/2/2018).

Selain itu, menurut dia, panen bersamaan di sejumlah daerah juga memengaruhi harga jagung pipilan kering di Kabupaten Serang.
“Harga jagung pipilan kering turun, itu juga kemungkinan pengaruh panen raya hampir di semua daerah, seperti Lampung, NTT, Gorontalo,Jawa Timur, Jawa Barat itu panen secara bersamaan di Januari-Februari kemarin, jadi pasokan melimpah, harga biasanya kan jadi turun, ditambah ada impor,” ujarnya.

Ia menuturkan, harga jagung normalnya di atas Rp 4.000 per kg atau biasanya Rp 4.200-4.500 per kg, itu di tingkat jagung pipilan kering. “Tapi, kan petani ka,mi rata-rata belum mampu mengolah dari jagung tongkolan batang jadi pipil kering, sehingga biasanya para pedagang pengumpul beli lagi dari petani, jika kemarin beli di petani itu bisa di harga Rp 2.000-2.300 per kg jagung tongkolan basah, nah dengan adanya kemarin harga pembelian pipilan kering turun mereka beli rata-rata jagung tongkolan basah itu di bawah Rp 2.000 per kg, sekitar Rp 1.800, bahkan saat saya tinjau ke lapangan kemarin, itu pedagang pengumpul ada yang beli Rp 1.200 per kg,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, 2018 di Kabupaten Serang produksi jagung belum besar, baru sekitar 100 ton. “Kemarin panen 6 hektare dan 10 hektare, paling baru sekitar 100 ton. Sementara, untuk target produksi jagung di Kabupaten Serang sekarang dari 3.000 hektare, kami berharap, minimal ada 15.000 ton yang masuk ke pabrik pakan,” tuturnya. (Yomanti)***


Sekilas Info

Pemudik Asal Banten Kecelakaan di Tol Fungsional Batang-Pemalang, Wakil Kepsek MAN Cikeusal

SERANG, (KB).-¬†Pemudik asal Provinsi Banten yang mengalami kecelakaan di tol fungsional Batang-Pemalang, Jawa Tengah, Jumat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *