Harga Elpiji 3 Kilogram Melebihi HET

LEBAK, (KB).- Sejumlah warga di wilayah Lebak Selatan (Baksel) khususnya Desa Cilangkahan, Kecamatan Malingping mengeluhkan harga elpiji 3 kilogram di eceran melebihi harga eceran tertinggi (HET).

Menurut informasi warga, untuk saat ini harga eceran epliji 3 kilogram atau sering disebut si melon mencapai Rp 20.000-Rp 27.000. Padahal, sesuai HET harga elpiji yang ditetapkan hanya Rp 16.400 per elpiji.

Menurut Amin, warga Desa Cilangkahan Kecamatan Malingping, harga gas elpiji tiga kilogram di eceran Rp 25.000 dan itu sudah lumrah terjadi. Bahkan jika mengalami kelangkaan harganya bisa mencapai Rp 30.000.

Ironisnya, meski kenaikan harga elpiji secara sepihak ini sudah berlangsung beberapa tahun, namun tidak pernah ada pengecer yang terkena sanksi atau kena tindakan petugas.

”Sempat kami menanyakan kepada penjual, karena memang pengecer warungan kecil memperolehnya dengan harga yang cukup mahal yakni Rp 23.000. Sehingga pantas saja pengecer menjual kembali ke konsumen Rp 25.000-Rp 27.000,” ujar Amin kepada Kabar Banten, Ahad (6/1/2019).

Hal hampir senada dikatakan Agus, seorang aktivis di Kecamatan Malingping. Menurut Agus, harga elpiji itu sebenarnya bisa ditekan agar tidak melebihi HET. Untuk menekan harga tersebut bisa terjadi kalau ada kepedulian pemerintah melalui dinas dan aparat.

”Kalau pemerintah dan aparat melakukan tugas pengawasan secara optimal, kami yakin para penjual elpiji akan mempunyai rasa takut. Silakan aja cek di beberapa penjual gas, mereka menjual dengan harga Rp 20.000-Rp 25.000 secara terang-terangan,” katanya.

Ia berharap pemerintah peduli menindaklanjuti keluhan masyarakat. Ia pun meminta aparat pemerintah bisa bergerak secara rutin melakukan pengawasan.

”Jangan dibiarkan lah, sebab kasihan warga yang kurang mampu. Seharusnya menikmati subsidi pemerintah untuk elpiji, namun kenyataannya tidak,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Banten, Bambang Purwanto Sumo mengatakan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bisa memantau harga elpiji di Lebak Selatan. Sebab, elpiji tersebut menjadi kebutuhan utama masyarakat.

”Kenaikan harga tersebut kemungkinan dipengaruhi biaya logistik untuk wilayah jauh. Dengan kenaikan tersebut akan memberatkan masyarakat kecil,” ucapnya.

Bambang menegaskan, Pemkab Lebak harus hadir untuk meringankan beban masyarakat sebagai bagian pelayanan publik. Sebab, masyarakat punya hak mendapat pelayanan publik yang sebaik-baiknya,” tuturnya. (DH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here