Rabu, 23 Mei 2018

Harga di ”Masterplan” Awal Terlalu Mahal, Gedung Puspemkab Serang Disederhanakan

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menyusun ulang masterplan dan detail engingering design (DED) Gedung Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang. Hal tersebut dilakukan, karena dalam masterplan dan DED tersebut, harga sejumlah gedung terlalu mahal, untuk itu pemkab akan menyederhanakan gedungnya.

“Masterplan itu kami susun ulang, karena ada situasi baru, yaitu ada jalan tol, otomatis kan memengaruhi masterpan awal. Selain itu, dikaitkan dengan nilainya, ibu bupati menginginkan disederhanakan saja, jangan terlalu mahal, karena terlalu besar anggarannya kalau yang sebelumnya, nanti dana APBD tersedot ke situ. Ada bangunan yang nilainya sampai Rp 100 miliar, itu yang setda,” kata Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa, Ahad (8/4/2018).

Untuk itu, ucap dia, disederhanakan lah, agar jangan sampai harganya mencapai Rp 100 miliar. “Ya disederhanakan menjadi sekitar Rp 40 atau 50 miliar lah, tapi tidak mengurangi kualitas dan fungsi gedung itu, makanya disusun DED baru,” ujarnya.

Ia menjelaskan, DED disusun ulang untuk menghitung ulang berapa biaya konstruksi fisik yang lebih sederhana, lebih murah. “Tahun ini, kami fokus susun ulang masterplan dan DED dulu, termasuk penyelesaian pembebasan lahan yang belum. Nanti 2019 kami masuk ke pembangunan fisiknya,” tuturnya.

Terkait pembebasan lahan, kata dia, pemkab saat ini sedang mempublikasi ke masyarakat terkait lahan yang akan dibebaskan untuk puspemkab. “Dipublikasikan itu untuk melihat nanti ada sanggahan atau tidak, syukur-syukur kalau gak ada, tapi kalau ada, maka diselesaikan di pengadilan,” katanya. Sehingga, ujar dia, terjadinya sanggah-menyanggah tidak akan menghalangi kegiatan fisik puspemkab.

“Saya harap, gak banyak sanggahan. Sekarang dikasih waktu dua minggu kalau gak ada sanggahan tinggal dibayar sesuai appraisal yang menaksir harga. Dari appraisal itu harga yang pantas, kalau gak ada masalah tinggal bayar, kalau ada masalah selesaikan ke pengadilan. Jadi, jangan sampai sengketa mereka mengganggu rencana kerja kami. Nanti pemkab akan bayar sesuai putusan pengadilan,” ucapnya. (YY)*


Sekilas Info

Resmob Polda Banten Ringkus Pemicu Perusakan Polsek Bayah

SERANG, (KB).- Tim Reserse Mobile (Resmob) Polda Banten meringkus Hen (38), Selasa (22/5/2018). Oknum anggota lembaga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *