Harga Antar Dikurangi, Kurir Pos Tangerang Mogok Kerja

TANGERANG, (KB).- Puluhan mitra kurir Kantor Pos Indonesia Cabang Tangerang mogok kerja, Rabu (21/8/2019). Aksi mogok kerja dipicu, karena penurunan tarif jasa kirim barang atau surat.

“Aksi kami ini intinya tidak menerima prosedur baru dengan harga antar yang dikurangi,” kata kurir yang mogok kerja Aris.

Ia menuturkan, para mitra kurir kecewa dengan wacana penurunan tarif jasa mengantar surat yang akan diputuskan manajemen Pos Cabang Tangerang pada Kamis (21/8/2019).

“Awalnya persekali antar surat itu dibayar Rp 2.200,- dan dikurangi tarifnya menjadi Rp 1.550,-. Kami kecewanya di situ,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, penghasilan jasa mengantar surat rata-rata per bulan Rp 2 juta termasuk uang transport per hari Rp 30.000. Namun, penghasilan tersebut, harus dipotong pajak sebesar 5 persen.

Jika penurunan tarif mengantar surat diterapkan, dia menilai, hidupnya sengsara. “Jelas penurunan penghasilan sangat terasa. Kami enggak sanggup kerja seperti ini. Apalagi sudah berkeluarga,” ucapnya.

Penurunan tarif jasa mengantar surat yang dinilai tidak menyejahterakan para mitra kurir tersebut, rencananya mulai diterapkan pada awal September 2019.

Ia menuturkan, pihaknya tidak sanggup bekerja sebagai pengantar surat-surat, karena risikonya tinggi. Terlebih, tidak ada jaminan kerja bagi para mitra kurir.

“Sekarang kami tidak dihargai. Kami di jalan risikonya besar. Tidak ada jaminan kesehatan, asuransi, dan kalau barang hilang kami tanggung jawab sendiri. Intinya kerja tidak sesuai,” tuturnya.

Aksi mogok kerja dilakukan sejak pagi dan siang hari, mereka diterima beraudiensi dengan Manajemen Kantor Pos Indonesia Cabang Tangerang.

Ia menambahkan, para mitra kurir akan tetap mogok kerja, karena tidak terima dengan kebijakan penurunan tarif mengantar surat.

“Tadi sudah dibahas dengan manajemen. Tapi, manajemen tetap mau tarifnya Rp 1.550,- dan konsekuensinya kalau memang enggak ikut aturan, mitra diminta mundur dan kami akan tetap mogok,” katanya.

Sementara, Wakil Kepala Kantor Pos Indonesia Cabang Tangerang Dadang Urdista mengatakan, aksi mogok kerja para mitra kurir tidak mengganggu aktivitas pelayanan jasa antar kirim barang di kantornya.

“Mereka mogok, ya, karena mengeluh dan enggak mengganggu pelayanan,” ujarnya.

Ia menepis, jika aksi mogok kerja para mitra kurir tersebut dipicu, karena kebijakan tentang penurunan tarif jasa kirim barang atau surat. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here