Harga Anjlok, Petani Garam di Pontang Menjerit

Petani memanen garam di Desa Domas, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang Jumat (20/9/2019). Menurut petani garam setempat, adanya impor garam dan melimpahnya pasokan pada musim kemarau berkepanjangan ini membuat harga garam di tingkat petani anjlok.*

SERANG, (KB).- Para petani garam di wilayah Kecamatan Pontang mulai menjerit saat panen raya ini. Hal tersebut dikarenakan saat ini harga jual garam pada tengkulak anjlok hanya berkisar Rp 300- 500 per kilogramnya.

Seorang petani garam Kecamatan Pontang Amrullah mengatakan, harga garam saat ini sangat memprihatikan. Bahkan, saat ini garam tidak bisa keluar, karena harganya sangat anjlok. “Anjlok sampai Rp 300-500 per kilogram itu ditawar tengkulak,” katanya kepada wartawan, Jumat (20/9/2019).

Ia menuturkan, anjloknya harga garam tersebut, karena adanya panen raya. Kemudian, juga masih banyak impor garam yang dilakukan pemerintah. “Kami harap tahun depan impor dikurangi. Kami harap Pemkab Serang mengupayakan (pembatasan impor), agar petani garam ada solusi untuk kenaikan harga,” ujarnya.

Ia mengatakan, padahal petani garam di Kabupaten Serang memproduksi garam kelas premium. Bahkan, saat diteliti garam dari Pontang hasilnya memiliki kadar NaCl 98 persen. “Ini bisa kami buktikan di sini itu garam Serang lebih putih dari garam biasanya,” ucapnya.

Saat ini, tutur dia, petani di Pontang mendapatkan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) 15 hektare lahan garam untuk pengembangan lahan integrasi. Hasilnya, garam yang diproduksi juga sangat memuaskan.

“Untuk saat ini, karena baru mulai panen sekitar tiga minggu lalu sebenarnya kami0 telat budidaya ini karena awalnya bulan lima kami baru pembukaan lahan lima hektare. Namun, kami bisa produksi dengan cuaca panas dan per hari sudah bisa hasilkan lima sampai tujuh ton per hari,” katanya.

Ia meyakini, jika diolah dengan baik petani garam di Pontang bisa menghasilkan garam industri dengan kualitas kandungan NaCl 97 persen. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here