Sabtu, 17 November 2018
SIswa SMKN 2 Kota Serang sedang berdiskusi, selain itu juga ada yang mengerjakan materi teknik gambar mesin yang diberikan guru, Senin (15/1/2018). Siswa SMK dipersiapkan untuk langsung bekerja dan sekitar 10 persen yang melanjutkan ke perguruan tinggi.*

Hanya 10% Siswa SMK ke Perguruan Tinggi

SERANG, (KB).- Jumlah siswa SMK (sekolah menengah kejuruan) yang melanjutkan ke perguruan tinggi (PT) diperkirakan hanya sekitar 10 persen. Sementara, sisanya langsung bekerja, karena memang sudah memiliki keahlian di bidangnya masing-masing. Wakil kepala SMKN 2 Kota Serang, Adi Suprianto mengatakan, SMK tidak mempermasalahkan USBN tak memengaruhi SNMPTN dan SBMPTN. SMK hanya terfokus pada penyerapan lapangan kerja.

“Kalau kemarin siswa bisa masuk dengan nilai USBN untuk bisa mengikuti SNMPTN sekarang USBN tersebut tak akan terlalu berpengaruh, karena hanya 10 persen yang melanjutkan. Kalaupun mereka melanjutkan ke pendidikan tinggi, biasanya setelah mendapatkan pekerjaan,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (15/1/2018).

Ia menuturkan, siswa SMK dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan lapangan industri. SMK memiliki tiga kesempatan untuk menentukan arah mau ke mana, seperti berwirausaha, bekerja, dan melanjutkan ke PT. “Kami ikuti saja peraturan pemerintah. Hasilnya bisa masuk ke perguruan tinggi siap-siap saja. SMK difokuskan dari kementerian pusat untuk bekerja. Kalaupun ada yang kuliah kembali lagi ke siswanya. Ada juga yang bekerja sambil kuliah. Di SMK uji kompetensi siswa disesuaikan dengan minat siswa yang akan melanjutkan ke PT,” ujarnya.

Ia mengatakan, terus meningkatkan mutu kelulusan SMK, agar lulusan SMK dapat menempati level menengah industri. Oleh karena itu, sekolah terus mengupayakan, agar setelah siswa lulus dari SMK bisa langsung bekerja. “Kami ingin 90 persen siswa kami bisa langsung bekerja. Kalaupun kuliah hanya sedikit, itu pun tentu tidak hanya dari kemauan si anak, tapi juga bisa dari kemauan orangtua yang menginginkan anaknya untuk bisa melanjutkan ke PT. Kalau di sini ada siswa yang tidak mampu tentu dia pasti menginginkan langsung bekerja meringankan beban orangtua. Kalau yang ingin melanjutkan tentu kembali lagi ke siswanya,” ucapnya.

Ia menuturkan, SMK dan SMA tentu berbeda SMK untuk disaipkan bekerja dan SMA untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Siswa SMK dan siswa SMA tingkatannya sama ketika mengikuti tes masuk PTN. “Siswa SMK memiliki kesempatan yang sama, seperti SMA, namun siswa lulusan SMK memiliki program studi yang relevan. Bekerja sambil kuliah merupakan langkah yang tepat bagi siswa lulusan SMK yang ingin melanjutkan ke jenjang selanjutnya,” tuturnya. (DE)***


Sekilas Info

Panggung Budaya, Rektor Untirta Baca Puisi Sultan Ageng Tirtayasa

SERANG, (KB).- Rektor Untirta Prof. Dr.Sholeh Hidayat, M.Pd, turut berpartisipasi pada acara Panggung Budaya memperingati Hari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *