Halal Bihalal Bersama Mitra, BKKBN Provinsi Banten Perkuat Program KKBPK


SERANG, (KB).- Dalam rangka mempererat silaturahmi setelah puasa Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, serta untuk memperkuat Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten, menggelar Halal Bihalal bersama Mitra di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, di KP3B Curug, Kota Serang, Kamis (13/6/2019).

Halal Bihalal perwakilan BKKBN tersebut diisi pula dengan ceramah keagamaan yang disampaikan oleh  Ketua MUI Kota Serang, KH. Mahmudi Sayuti M.Si. Hadir dalam acara tersebut, ketua organisasi atau mitra kerja dari DP3AKKB Provinsi Banten, IBI Banten, Fapsedu, Koalisi Kependudukan, IPADI, Aisyiah Provinsi Banten, Dharma Wanita BKKBN Provinsi Banten, Koalisi Muda Kependudukan, IPeKB, Perkumpulan Anti Narkoba (PERANK), Juang Kencana, IPKB, Forum GenRe, Forum Balita dan Anak, para  kepala OPD KB kab/kota  serta seluruh Petugas Lapangan KB (PLKB) se-Provinsi Banten.

Kabid Adpin BKKBN Provinsi Banten sekaligus ketua Penyelenggara Halal Bihalal BKKBN Provinsi Banten bersama Mitra, Dra. Yeti Rismayati dalam laporannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh Mitra BKKBN Provinsi Banten.

Ia mengatakan, setelah melaksanakan Ibadah puasa Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, pihaknya melaksanakan kegiatan Halal Bihalal mempererat silaturahmi, berjabat tangan saling memaafkan baik secara pribadi maupun keluarga serta lembaga.

“Kegiatan ini juga dilaksanakan untuk lebih mempererat komitmen bersama dalam memperkuat program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) sesuai visi Provinsi Banten mewujudkan masyarakat Banten yang maju, mandiri, berdaya saing, sejahtera dan berakhlaqulkarimah,” ujar Yeti.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Drs. Aan Jumhana M.Si dalam sambutannya menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah. “Pada kesempatan ini pula, baik secara pribadi, keluarga maupun sebagai pimpinan. Mohon maaf lahir dan Bathin atas segala kesalahan dan kehilafan, baik disengaja maupun tidak, dari yang Nampak maupun yang tidak Nampak,” ujar Aan.

Selain itu, ia menyampaikan rasa syukur karena diberikan kesempatan berkumpul bersama dalam rangka Halal Bihalal Pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Banten dan mitra kerja yang selama ini telah menjalin dan menjalankan kerjasama melaksanakan program KKBPK di Provinsi Banten.

“Terima kasih kepada seluruh mitra kerja BKKBN yang selama ini sudah banyak memberikan dukungan terhadap keberhasilan pelaksanaan program  Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Provinsi Banten, karena sejarah mencatat bahwa keberhasilan program KB dulu sampai program KKBPK sekarang merupakan keberhasilan dan kesuksesan bersama dengan peran strategis para mitra kerja,” ujar Aan.

Ia mengatakan, pihaknya menyadari bahwa BKKBN sebagai institusi yang mendapat amanat untuk menjalankan program KKBPK tidak dapat bekerja sendiri, tapi membutuhkan dukungan dari berbagai stakeholder dan mitra kerja.

“Saya berharap melalui halal bihalal ini, menjadi momentum untuk meningkatkan komitmen, membangun sinergitas serta etos kerja dalam melaksanakan program KKBPK sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Banten yaitu menuju masyarakat yang maju, mandiri, berdaya saing, sejahtera dan berakhlakul karimah,” ujarnya.

Merujuk pada Amanat UU No.52 tahun 2019 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, ia mengatakan, bahwa Keluarga memiliki posisi yang sangat penting dan strategis, dimana keluarga merupakan wahana pertama dan utama dalam membangun karakter bangsa, sehingga peran dan fungsi keluarga  menjadi sangat penting dalam perkembangan dan pertumbuhan anak. Setiap keluarga dan individu merupakan titik sentral dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

“UU tersebut juga mengamanatkan kebijakan pembangunan keluarga dilaksanakan melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga, guna mendukung keluarga agar dapat melaksanakan 8  (delapan)  fungsinya secara optimal, yakni  fungsi agama, sosial budaya, cinta dan kasih sayang, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi, dan fungsi pelestarian lingkungan,” ujar Aan.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa keluarga tidak semata-mata menjadi lembaga pendidikan tertua selama peradaban manusia, tetapi keluarga merupakan media pertama dan utama dalam menanamkan dan membangun karakter manusia, sekaligus keluarga juga merupakan benteng pertahanan pertama dan utama dalam mempertahankan dan menangkal pengaruh buruk atau negatif yang datang dari luar.

Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan lingkungan strategis yang begitu cepat dan dinamis, sebagai dampak dari globalisasi, maka penguatan peran dan fungsi keluarga melalui ketahanan dan pemberdayaan keluarga merupakan sebuah upaya yang harus terus didorong dan diperkuat. Oleh sebab itu, pihaknya berharap bahwa semua keluarga khususnya di Provinsi Banten dapat menjabarkan 4 (empat) konsep besar dalam keluarga seperti Keluarga Berkumpul, Keluarga Berinteraksi, Keluarga Berdaya serta Keluarga Berbagi.

“Menyediakan waktu untuk berkumpul dengan keluarga yang disertai dengan kualitas interaksi antar anggota keluarga, akan menumbuhkan partisipasi positif seluruh anggota keluarga sehingga keluarga dapat berdaya serta memiliki empati yang tinggi dan pada akhirnya mampu berbagi,” ujar Aan.

Pada bagian akhir sambutannya, Aan menyampaikan bahwa atas kerjasama para mitra, saat ini kampung KB di Provinsi Banten berjumlah 310 Kampung KB dan bertambah 4 Kampung KB baru. Ke depan di Kabupaten Lebak akan dibentuk  8 kampung KB untuk menyemarakan kampung KB yang sudah ada.

“Alhamdulillah, kita bersyukur bahwa dari sekian banyak kampung KB yang sudah terbentuk di Provinsi Banten, kampung KB Waru, Desa Pangkat Kabupaten Tangerang, terpilih menjadi 5 (lima) besar nominasi terbaik lomba kampung KB  tingkat Nasional yang dalam waktu dekat akan dikunjungi tim penilai dari BKKBN pusat,” ujar Aan. (KO)*   

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here