Minggu, 21 Oktober 2018

Hadiah Serbet Viral, Disdikbud Banten Dikecam

Pemenang lomba puisi dan cerita pada Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang hanya mendapatkan hadiah berupa sepotong kain untuk membersihkan tangan atau serbet, viral di media sosial (medsos). Selain viral dan menuai sorotan di medsos, kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Banten tersebut menuai kecaman dari seniman Banten.

Sejumlah seniman Banten mengaku tersinggung dengan kejadian tersebut, sehingga mereka mengadakan aksi untuk mengkritik perilaku panitia terhadap pelaku seni, di depan kantor Disdikbud Banten, Kamis (3/5/2018).

Perwakilan Seniman Banten, Purwo Rubiono mengecam pihak penyelenggara yang asal-asalan dan dirasa sangat melecehkan. Atas dasar itu, pihaknya melakukan kritik terhadap peristiwa yang dianggap menghina karya seni agar tidak terulang kembali.

“Mudah-mudahan dengan mengadakan kegiatan ini, kita bisa mengingatkan kepada pemerintah untuk benar-benar serius mengerjakan tugasnya untuk membangun kebudayaan,” katanya usai aksi.

Menurut dia, seniman juga akan melakukan pendekatan secara persuasif. Kemungkinan hal tersebut terjadi akibat ketidaktahuan penyelenggara tentang hakikat kesenian.

“Menurut teman-teman penyair, peristiwa lomba pembacaan puisi yang menghadiahkan serbet itu, sebenarnya mereka juga merasa lucu. Akan tetapi, juga merasa terhina. Jadi ini pelecehan. Tetapi alhamdulillah kalau teman-teman seniman itu paham bagaimana kondisi teman-teman penyelenggara event ini,” ujarnya.

Ketua DPRD Provinsi Banten, Asep Rahmatullah ikut mengomentari dan menganggap pihak penyelenggara tidak berpikir dalam memberikan hadiah. Menurutnya, tragedi lomba baca puisi berhadiah serbet itu sangatlah memalukan dan terkesan menyepelekan sastra.

“Ini kan perlombaan baca puisi, coba dipikir. Bagaimana bisa berpatokan dengan hadiah serbet, seperti terlalu menyepelekan saja,” ucap Asep di sela-sela diskusi di Kampus Universitas Serang Raya (Unsera) Kota Serang, Kamis (3/5/2018). Seharusnya, dikatakan Asep, penyelenggara akan lebih bagus jika hadiah berupa buku, dari pada serbet yang tidak ada sinkronnya dengan Hardiknas maupun puisi.

“Misal, juara pertama 5 buku, kedua 3 buku dan ketiga 2 buku. Mikir gak sih itu panitianya, apa Disdikbud Banten tidak bisa membeli buku, makanya jadi memberikan serbet,” tuturnya.

Ia menuturkan, pihaknya sebagai legislatif akan memerintahkan Komisi V untuk memberikan teguran kepada Disdikbud Banten atas kejadian tersebut. “Karena ini sangatlah memalukan, dan akan secepatnya dipanggil agar tidak lagi terulang,” katanya.

Seperti diketahui, Disdikbud Banten mengadakan peringatan Hardiknas dengan mengadakan perlombaan membaca puisi dan perlombaan lainnya yang dilaksanakan di kantor Disdikbud Banten, Rabu (2/5/2018). Namun ketika pembagian hadiah, salah satu mahasiswa Universitas Bina Bangsa, Noval yang meraih juara 2 pada lomba baca puisi, hanya mendapatkan hadiah berisi 2 buah serbet yang dikemas dalam kotak makan dan dibungkus kertas coklat.

Noval mengikuti perlombaan dari umum. Namun saat diumumkan juara 2, dia mengaku kaget melihat isi dalam kotak hadiah tersebut. “Ketika mendapat hadiah, hadiah itu saya buka di kampus bukan di tempat perlombaan. Saya kaget ketika membukanya, saya pikir hadiahnya berisi pulpen, buku atau seperangkat alat tulis. Ternyata didalamnya dua buah serbet,” kata Noval.

Acara hiburan

Menanggapi kejadian itu, melalui rilis yang diterima oleh awak media dari Kasubag Umum dan Kepegawaian Disdikbud Banten, Ganda Dodi Darmawan mengatakan, kegiatan tersebut bukanlah perlombaan prestasi. Akan tetapi, perlombaan hiburan untuk kalangan internal.

“Memperhatikan pemberitaan yang beredar di media elektronik/online maupun medsos, kami sampaikan bahwa sebenarnya rangkaian lomba yang diselenggarakan hanya untuk kalangan internal, bukan lomba prestasi yang terencana dan diumumkan untuk khalayak,” katanya.

Namun menurutnya, antusiasme masyarakat ternyata cukup tinggi pada perlombaan tersebut. Padahal, tujuannya hanya untuk hiburan dan silaturahmi. Selain puisi, perlombaan lainnya yakni balap karung, makan kerupuk, tarik tambang, balap bakiak, balap kelereng, tangkap belut dan menyanyi.

“Oleh karenanya, hadiah yang disiapkan pun hadiah spontanitas yang bersifat hiburan, karena tidak ada anggarannya. Bahwa ada juara dan penyerahan hadiah adalah proforma/formalitas untuk kebutuhan panggung acara. Namun demikian, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Sebab, di lapangan tidak bisa menolak antusias peserta dari saudara-saudara kita dari sekolah maupun masyarakat,” ujarnya. (Masykur)*


Sekilas Info

Melalui Baznas Banten, Wali Murid Alumni TK Tirtayasa Bantu Korban Bencana di Sulawesi Tengah

SERANG, (KB).- Wali Murid Alumni TK Tirtayasa Kota Serang memberikan bantuan untuk korban bencana di Sulawesi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *