Hadapi UNBK, Sekolah Pinjam Komputer ke Wali Siswa

Era digital teknologi membuat pola pendidikan berubah. Dulu ujian nasional (UN) hanya dengan kertas, kemudian beralih ke lembar jawaban komputer (LJK), dan kini menjadi ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Berbagai tantangan dihadapi sekolah, dari mulai standardisasi laboratorium komputer, ketersediaan komputer, server, jaringan, hingga listrik. Bukan hanya sekolah-sekolah di pelosok, namun sekolah di kota besar yang dianggap lebih siap menghadapi UNBK, nyatanya menghadapi banyak kesulitan, tanpa kecuali di Provinsi Banten.

Selain menghadapi kendala teknis, masih banyak sekolah yang menghadapi keterbatasan sarana prasarana. Mulai dari numpang ke sekolah lain, hingga meminjam komputer kepada orangtua atau wali siswa seperti yang terjadi di Kota Tangerang dan Kota Serang. Untuk memenuhi keterbatasan sarana dan prasarana, SMPN 1 Kota Serang harus meminjam 120 komputer kepada orangtua siswa. Dengan jumlah siswa yang mengikuti UNBK sebanyak 406 siswa, salah satu sekolah favorit di Ibu Kota Provinsi Banten itu hanya memiliki 40 unit komputer.

Kepala SMPN 1 Kota Serang, Mohammad Syukur mengatakan, jumlah siswa yang mengikuti UNBK di SMPN 1 Kota Serang sebanyak 406 siswa. “Kami mempunyai 40 unit komputer. 120 komputer meminjam ke orangtua siswa. Keterbatasan sarana prasarana, membuat pelaksanaan UNBK juga terbagi menjadi tiga sesi,” kata Mohammad Syukur. Menurut dia, UNBK sangat membantu efektivitas siswa dibandingkan ujian menggunakan kertas dan pensil. Namun, kata dia, pihaknya terbentur keterbatasan sarana dan prasarana. “Kendalanya terbentur sarana prasarana,” ujarnya.

Berbeda dengan SMPN 1 Kota Serang yang harus meminjam komputer kepada orangtua siswa, di Kota Tangerang juga masih ada sekolah yang menumpang ke sekolah lain untuk bisa melaksanakan UNBK. “Jadi di tahun ini memang target pemerintah yaitu 2019 sekolah di Kota Tangerang harus UNBK. Kita siap untuk 100 persen UNBK,” ucap Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamalludin.

Dia mengatakan, Pemerintah Kota Tangerang sudah merealisasikan target yang telah ditentukan dari Pemerintah Pusat terkait pelaksanaan UNBK. Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah sekolah yang mengikuti UNBK dengan menumpangi ke sekolah lain. “Terkait dengan numpang itu kebetulan di yayasan itu dia punya komputernya belum memadai, tapi ada SMK-nya dia bisa gabung,” tuturnya.

Menurutnya, sebanyak 26.660 siswa-siswi dari 248 SMP maupun MTs melaksanakan UNBK di Kota Tangerang. Saat ini, nilai UNBK bukanlah menjadi persyaratan para pelajar untuk lulus dari sekolahnya. Melainkan, persyaratan kelulusan itu bergantung pada pihak sekolah masing-masing.

“UNBK ini bukan penentu kelulusan. Yang menentukan itu gurunya dan pihak sekolah dari notulen rapat. Harapan kami, semoga kegiatan UNBK lancar selama 4 hari, tidak ada gangguan apapun baik listrik, server, maupun komputer baik semua dan mudah-mudahan anak-anak kita bisa mengerjakan soal secara maksimal,” ucapnya. (TM/DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here