Hadapi Pilkada Kabupaten/Kota di Banten, Gerindra Prioritaskan Kader

SERANG, (KB).- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Provinsi Banten akan memprioritaskan kadernya untuk didorong sebagai calon kepala daerah pada pilkada empat kabupaten/kota di Banten.

Partai besutan Prabowo Subianto ini meyakini banyak kader potensial untuk bersaing dengan calon lain. Diketahui, pada 2020 terdapat empat kabupaten/kota di Banten yang akan melaksanakan pilkada, yaitu Kota Cilegon, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang dan Kota Tangerang Selatan.

Sekretaris DPD Gerindra Banten Andra Soni menuturkan, partainya akan menempuh penjaringan untuk menyeleksi calon kepala daerah. ”Mekanismenya ada penjaringan,” katanya saat dihubungi wartawan, Selasa (11/6/2019).

Akan tetapi, ia sendiri belum membeberkan kapan dan bagaimana mekanisme penjaringan yang akan dilakukan. Anggota DPRD Banten ini beralasan pilkada kabupaten/kota masih jauh meskipun tahapan akan berlangsung tahun ini. ”Kecepetan, masih suasana lebaran ngomongin pilkada,” ucapnya.

Disinggung apakah sejauh ini sudah ada kader yang terdengar akan mencalonkan diri sebagai kepala daerah, ia belum mendengarnya. ”Kita mencermati desas-desus (kader yang mau mencalonkan), tapi sampai hari ini belum ada desas-desusnya,” tuturnya.

Belum terdengarnya kader yang akan mencalonkan diri dinilai wajar, karena Partai Gerindra sendiri saat sedang fokus menyelesaikan urusan Pemilu serentak 2019. Partai Gerindra akan mulai melaksanakan tahapan pilkada jika Pemilu serentak 2019 sudah selesai.

”Kan acuannya pada (pencalonan kepala daerah) perolehan kursi, gabungan partai yang bisa mengusung 20 persen dari jumlah kursinya. Saya lihat di Tangsel (Tangerang Selatan) jumlah kursinya (hasil Pemilu serentak) pun kalau mengacu di MK belum, masih ada gugatan di MK dan lain-lain. Bahkan Kabupaten Serang ada gugatan di MK, jadikan belum final,” katanya.

Hitungannya jika sidang MK selesai Agustus maka partai baru mempersiapkan pelaksanakan pilkada pada September mendatang. ”Jadi idealnya saya pikir bicara begini ya September. Buru-buru kan lain lagi hasilnya di akhir,” ujarnya.

Disinggung apakah koalisi TKN dan BPN akan jadi dalam menentukan koalisi pilkada, ia membantahnya. Menurutnya, koalisi pilkada bisa berbeda dengan pilpres mengingat kondisi politik daerah yang berbeda dengan nasional. ”Tapi itu tentu perlu dicermati yang selama ini dia bekerja sama di pusat, tentunya di daerah akan lebih mudah untuk bekerja samanya,” tuturnya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here