Hadapi Era Industri 4.0, SMK PGRI 3 Kota Serang Gandeng Industri

Drs H Halili MM, Kepala SMK PGRI 3 Kota Serang.*

SERANG, (KB).- Pengelola sekolah menengah kejuruan (SMK) harus proaktif dalam menjalin kerja sama dengan industri, sebab memasuki era Industri 4.0 dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki soft skill. Hal tersebut, disambut oleh SMK PGRI 3 Kota Serang, yang secara cepat menggandeng pihak industri.

Kepala SMK PGRI 3 Kota Serang, Halili mengatakan, pihaknya terus melakukan penyesuaian kurikulum terhadap dunia industri. Itu sebagai upaya mix and match antara sekolah dengan industri. “Kurikulum SMK itu harus fleksibel jangan statis harus dinamis. Inilah yang kami jalankan dalam pembelajaran, agar lulusan kami sesuai dengan permintaan dan kebutuhan pihak industri,” katanya kepada Kabar Banten, Selasa (18/12/2018).

Ia menjelaskan, perlu adanya mix and match dengan industri dilakukan, agar setelah lulus para siswa bisa langsung bekerja. Bagi sekolah kejuruan mix and match dengan perusahaan dinilai harus dilakukan. “Kami bekerja sama dengan perusahaan jangan cepat puas, sekolah harus berusaha terus untuk menjalin hubungan dengan perusahaan. Kalau tidak bekerja sama dengan industri tentu akan banyak pengangguran,” ujarnya.

Ia menuturkan, pihaknya selalu melakukan rekrutmen bersama perusahan-perusahan. “Ini selalu kami tingkatkan untuk terus mix and match dengan perusahaan,” ucapnya. Ia mengatakan, dengan membaca di media massa kalau lulusan SMK penyumbang pengangguran, ini menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus menjalin kerja sama dengan perusahaan.

“Kami akan lebih giat meningkatkan kerja sama dengan dunia industri. Selain itu, juga sekolah harus membekali siswanya dengan soft skill dan hard skill. Sekolah kami juga para lulusan tidak hanya ke industri mereka ada yang melanjutkan kuliah dan berwirausaha,” tuturnya.

Ia menuturkan, dengan persyaratan yang ditentukan oleh perusahaan. Ini menjadikan tantangan buat pihaknya, jika kepala sekolah melakukan kerja sama dengan perusahan tidak lagi menyumbang pengangguran. “Dengan adanya kerja sama tersebut, akan mengurangi penggangguran, karena sekolah harus proaktif dalam menyikapi para lulusan, agar tidak menjadi pengangguran,” katanya. (DE/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here