Hadapi Era Industri 4.0, Himapindo Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreneur

Pengusaha Senior Banten Embay Mulya Sarief (tengah) saat menjawab pertanyaan peserta yang mengikuti Deklarasi Himpunan Mahasiswa Pengusaha Muda Indonesia (Himapindo), di salah satu hotel di Kota Serang, Senin (2/12/2019).*

SERANG, (KB).- Himpunan Mahasiswa Pengusaha Muda Indonesia (Himapindo) mendorong mahasiswa untuk menjadi entrepreneur untuk menciptakan lapangan pekerjaan, sehingga sebelum menjadi sarjana sudah memiliki usaha. Mahasiswa dapat memanfaatkan era teknologi dengan membuat inovasi untuk melihat peluang usaha.

Hal itu dikatakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Himapindo Eenk Heryono, usai menghadiri talkshow entrepreneurship dan deklarasi Himapindo, di salah satu hotel di Kota Serang, Senin (2/12/2019).

“Harapannya dengan adanya Himapindo dapat melahirkan entrepreneur-entrepreneur baru yang bisa menjawab tantangan bangsa dan negara. Di era teknologi saat ini yang kita perlukan berinovasi dan berkreativitas dan melihat pasang pasar, sehingg kita tahu kondisi di lapangan itu seperti apa,” kata Heryono kepada Kabar Banten.

Ia mengatakan, peran Himapindo sangat banyak yang paling utama mendorong potensi-potensi unggulan yang bisa diraih oleh himapindo. Serta untuk mencari bibit -bibit untuk menjadi pengusaha. Mahasiswa sekarang sudah menjadi entrepreneur ke depan. Sehingga tidak lagi berbicara tentang bekerja melainkan mereka akan membuka lapangan pekerjaan.

“Dengan adanya Himapindo, kami berkomitmen untuk terus membina dan membimbing mahasiswa untuk menjadi pengusaha. Sehingga ke depan mereka bisa membuka lapangan pekerjaan bukan lagi mengantre untuk mendapatkan pekerjaan. Mereka bisa lakukan itu sebelum mereka menjadi sarjana. Yang paling penting untuk mengubah mainshet mereka untuk jadi pengusaha bukan mencari pekerjaan,” ujarnya.

Harus berani

Sementara itu, tokoh dan pengusaha Banten Embay Mulya Sarif berharap mahasiswa berminat untuk menjadi pengusaha. Menurut dia, harusnya generasi muda itu lebih berminat menjadi pengusaha dibandingkan jadi pegawai. Selain untuk membuka pemikiran, kata dia, generasi muda harus berani memulai usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan.

“Dan jangan lupa membayar pajak kepada negara. Sebab, 85 persen pemasukan negara dari pajak. Kita harus kreatif, inovatif dan visioner. Artinya bahwa dunia ini yang abadi perubahan. Harus berani berubah, berubah tanpa ilmu tidak bisa berjalan. Sehingga dengan adanya perkembangan teknologi, juga harus diimbangi dengan ilmu,” ujarnya.

Director of Marketing and bussiness Development at Le Dian Hotel Dian Pratiwi mengatakan, banyak mahasiswa yang tidak hanya belajar, tetapi berkeinginan menjadi pengusaha. Hal itu dilihat dari sisi kepeminatan untuk membuka usaha.

“Dengan membuka usaha, mereka bisa menciptakan lapangan pekerjaan yang baru. Kegiatan tersebut untuk meningkatkan minat terlebih dahulu, ke depan akan dibantu Himapindo untuk membimbing mereka untuk menjadi pengusaha,” ujarnya. (DE)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here