Hadapi Dampak COVID-19, Industri Perikanan dan Kelautan Perlu Sesuaikan Paradigma dan Pola Kerja

JAKARTA, (KB).- Kalangan industri perikanan dan kelautan perlu segera menyesuaikan paradigma dan pola kerjanya  dengan perubahan perilaku masyarakat. Upaya ini sangat diperlukan mereka agar tidak kehilangan peluang dan sekaligus dapat  terus menjaga keberlangsungan produksi pada masa penuh tantangan akibat pandemic Covid-19.

Demikian dikatakan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo  saat membuka webinar  online sharing event pada Selasa (2/6/2020). Kegiatan ini digelar Agromaritim Academy, lembaga mitra kerja berwawasan Industri kreatif  dan salah satu  mitra utama percepatan kinerja Kementrian Kelautan dan Perikanan.

Webinar online ini mengusung tema “Strategi Sektor Perikanan dan Kelautan Menjadi Motor Utama Penggerak Perekonomian Nasional di Tengah Pandemi Covid-19“. 

Edhy sangat mendorong para pelaku industri perikanan, terutama para kaum muda yang bergerak sebagai pelaku UMKM agar  dapat memanfaatkan kemudahan teknologi untuk membuka lebih banyak pasar.

Dengan demikian , katanya, para pelaku industri perikanan dapat menjadikan situasi ini sebagai periode perluasan kesempatan. Menurut Edhy, peredaran produk perikanan tangkap dan olahan sedang bergerak cepat dari food industry menjadi teritorial industri yang menjaga  permintaan lokal terhadap ikan tetap tinggi .

Dana stimulus

Edhy menjelaskan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan mendorong percepatan berbagai sektor melalui reposisi anggaran kementrian untuk penguatan sektor tambak, penyediaan mesin pakan, perluasan sarana budi daya, penyediaan asuransi usaha, dan memperbanyak cold storage.

Selain itu, KKP akan menyediakan dana stimulus penunjang gerak kembalinya industri perikanan dengan interest yang lebih rendah dari Kredit Usaha Rakyat (KUR)  sampai Rp 50 miliar per kebutuhannya .

Untuk mendapatkan stimulus itu harus melewati dulu berbagai persyaratan. Dengan demikian diharapkan industri perikanan akan kembali bergairah .

Secara komprehensif, KKP juga akan terus menjaga stabilitas harga perikanan supaya tetap stabil, termasuk aneka produk hasil tambak seperti komoditas udang vanamei.

Untuk menjaga stabilitas harga itu, KKP memberikan dukungan melalui program e-fishery yang sarat teknologi dan dipercaya dapat meningkatkan hasil produksi dengan skema produksi yang lebih efisien .

Lebih jauh Eddy menambahkan berbagai protokol keamanan usaha perikanan juga akan terus dijaga termasuk mencarikan solusi untuk penurunan tarif angkut melalui udara di masa penuh tantangan ini.

Rujukan dan solusi

Sementara founder sekaligus  Ketua Umum Agromaritim Academy Rina Sa’adah memaparkan berbagai solusi jitu yang dihasilan dari webinar sharing tersebut akan dijadikan rujukan serta solusi untuk membantu berbagai inisiatif ekonomi pada sektor kelautan dan perikanan yang turut terkena dampak ekonomi akibat pandemic Covid-19.

“Dengan demikian diharapkan dalam jangka panjang akan membentuk kekuatan baru bagi industri perikanan yang kompetitif dan terjaga supply dan demand-nya,” katanya.

Rina menegaskan bersama Agromaritim Academy akan terus mendukung semangat KKP dalam menjalankan berbagai program penguatan dan scaling up kapasitas usaha para pelaku industri kelautan dan perikanan, di antaranya dengan menciptakan ekosistem pendukung baru yang  terintegrasi berbasis teknologi 4.0 yang progresif melalui komunitas kreatif “ Millenial Fisherypreneur”.

Komunitas tersebut berfungsi sebagai wadah kaum muda dalam mengembangkan potensi diri, usaha dan networking di bidang kelautan , perikanan , pertanian, dan agroIndustri .

Pembicara lainnya dalam webinar online sharing ini adalah Rokhmin Dahuri (Koordinator TPMKP), M Zulfikar Mochtar (Dirjen Perikanan Tangkap), Nilanto Perbowo  (Dirjen PDSPKP), dan Guntur Subagja (Ketua Umum Intani). (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here