Rabu, 12 Desember 2018

Habiskan Rp 3,5 Miliar, Proyek Penahan Ombak Dinilai Mubazir

SERANG, (KB).- Proyek break water atau penahan ombak yang terpasang mulai dari laut Desa Susukan, Kecamatan Tirtayasa-Desa Domas, Kecamatan Pontang dinilai mubazir. Hal tersebut dikarenakan, proyek yang telah menghabiskan Rp 3,5 miliar tersebut tidak efektif, bahkan material bambu yang terpasang mulai banyak yang hanyut terbawa ombak.

Pantauan Kabar Banten, tampak potongan bambu sudah tertancap di sepanjang Laut Domas. Potongan bambu tersebut, terpasang hingga menyerupai persegi panjang. Beberapa bambu tampak sudah tercabut dari tempatnya, sehingga kondisi break water tampak jarang jarak antarbambunya.

Kepala Desa Domas, Kecamatan Pontang, Dendi Kurnia Ardiansyah mengatakan, proyek milik pemerintah pusat tersebut saat ini sudah selesai tepatnya sejak Desember 2017. Namun, hasilnya dinilai tidak memuaskan, karena material bambu yang terpasang sudah banyak yang hanyut terbawa ombak. “Sekarang proyeknya banyak yang hanyut,” ujarnya kepada Kabar Banten saat ditemui di kantor, Senin (12/3/2018).

Ia menuturkan, proyek yang telah menghabiskan Rp 3,5 miliar tersebut menjadi amat mubazir jika melihat hasilnya. Menurut dia, material break water terbawa ombak, karena bambu yang digunakannya hanya terpasang di antara kedalaman 20-50 sentimeter (cm). “Kalau 50 cm kena ombak sudah lewat,” katanya.

Kemudian, ucap dia, proyek tersebut sebenarnya tidak sesuai dengan rencana awal. Sebab, pada saat sosialisasi, material yang akan digunakan berupa kayu gelam. Akan tetapi, saat realisasi hanya menggunakan bambu telanjang. “Itu kan menjadi temuan sebetulnya, kenapa sosialisasi percontohannya kayu gelam, tapi yang terpasang bambu,” tuturnya.

Kepala Seksi Pembangunan Desa Domas, Gufron menuturkan, peran dari break water tersebut, sebenarnya sangat diharapkan masyarakat. Sebab, dengan adanya break water bisa mengantisipasi abrasi. “Selama ini, sudah 250 hektare tambak yang kena abrasi, itu di Desa Domas saja,” katanya. (DN)***


Sekilas Info

MTQ Pelajar Ditutup, Para Juara Diminta Terus Belajar

SERANG, (KB).- Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Pelajar tingkat Provinsi Banten II resmi ditutup. Kegiatan berlangsung selama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *