H-7 Idulfitri 1441 Hijriyah, Pelabuhan Merak Sepi

SUASANA Pelabuhan Merak Banten pada H-7 Idul Fitri 1441 Hijriyah, Senin (18/5/2020).*

CILEGON, (KB).- Tujuh hari menjelang lebaran atau H-7 Idul Fitri 1441 Hijriyah, Senin (18/5/2020), Pelabuhan Merak tampak sepi dari pemudik. Kondisi tersebut, diduga akibat adanya larangan mudik dari pemerintah selama pandemi Covid-19.

Pantauan Kabar Banten, hanya truk bermuatan sembako, BBM, dan kelontongan yang lalu-lalang di pelabuhan tersebut. Berbeda dengan tahun lalu, dimana mulai H-7 kemacetan arus mudik sudah mulai terjadi.

General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Hasan Lessy mengatakan, pihaknya telah menutup layanan pembelian tiket bagi penumpang. Meskipun begitu, ada pengecualian bagi penumpang yang membawa surat kelengkapan dari peraturan Pemerintah.

“Saat ini kami telah menutup layanan pembelian tiket bagi penumpang yang akan menyeberang ke Pelabuhan Bakahueni Lampung. Namun, ada pengecualian bagi penumpang yang memiliki kelengkapan surat kesehatan untuk menyeberang,” katanya saat ditemui di Pelabuhan Merak, Senin (18/5/2020).

Ia mengatakan, saat ini pihaknya hanya melayani penyeberangan kendaraan jenis truk. Khususnya truk ekspedisi yang mengangkut barang-barang logistik.

“Kendaraan truk logistic masih diperbolehkan untuk menyeberang,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Hasan, pihaknya hanya mengoperasikan empat dermaga dari total enam dermaga yang ada. Dimana kapal yang beroperasi hanya belasan unit.

“Kami menutup sebagian dermaga, karena memang sepi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Provinsi Banten Nurhadi Unggul Wibowo menuturkan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah melarang adanya kegiatan mudik lebaran. Katanya, ini sesuai dengan surat edaran gugus tugas Nomor 4 Tahun 2020 tentang percepatan penangan Covid-19.

“Kegiatan mudik memang dilarang, lumrah saja kalau sepi,” tuturnya.

Menurut dia, ada enam kriteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan corona virus disease (Covid-19). Diantaranya perjalanan orang yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta yang menyelenggarakan pelayanan percepatan penanganan Covid-19, pelayanan pertahanan, keamanan dan ketertiban umum.

“Selain itu, perjalanan untuk pelayanan kesehatan dan kebutuhan dasar, pelayanan pendukung layanan dasar serta pelayanan untuk fungsi ekonomi penting,” ucapnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here