Guru Ponpes Diharapkan Implementasikan Society 5.0

Pengawas Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kota Serang Ahamd Fathullah, saat menyampaikan materi pengembangan model pembelajaran discovery learning berorientasi kecakapan abad 21, di Aula Pondok Pesantren Modern Daar El Istiqomah, Jumat (6/3/2020).*

SERANG, (KB).- Guru Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Daar El Istiqomah diharapkan mengimplementasikan model pembelajaran discovery learning society 5.0.

Hal tersebut diungkapkan Pengawas Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) Kota Serang Ahmad Fathullah di kegiatan workshop pengembangan model pembelajaran discovery learning berorientasi kecakapan abad 21, di Aula Pondok Pesantren Modern Daar El Istiqomah, Jumat (6/3/2020).

“Sekarang sudah masuk ke society 5.0, sehingga kompetensi apa yang sudah di miliki di pesantren harus ada juga. Itu yang kita ingin sampaikan melalui guru guru di pesantren diharapkan dapat mengimplementasikan dalam pembelajaran,” kata Fathullah kepada Kabar Banten.

Ia mengatakan, pondok pesantren Modern Daar El Istiqomah sudah menanamkan kemandirian, sehingga pihaknya menginginkan basis kemandirian tersebut bisa ditambahkan sesuai dengan kebutuhan abad 21, yakni society 5.0.

“Jadi kemampuan kemampuan kompetensi yang dimiliki dikombinasikan, ditambahkan yang ada di pesantren, karena tidak jauh dari zamannya,” ujarnya.

Ia mengatakan, dalam workshop tersebut selain menyampaikan model pembelajaran, pihaknya juga ingin menyampaikan merdeka belajar bukan hanya sekedar Rencana Pelaksana Pembelajaran (RPP) saja tapi bagaimana merdeka belajar juga ter implementasikan di kelas.

“Saat ini orang mengira pesantren menegangkan, kami ingin memberitahukan kalau di pesantren belajar nya merdeka dan menyenangkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya mengajak masyarakat kalau di pesantren saat ini lebih modern serta belajarnya menyenangkan. Pesantren Modern Daar El Istiqomah mempunyai keistimewaan tidak mengacu kurikulum ke SMP dan SMA melainkan mempunyai kurikulum sendiri, ijazahnya pun diakui.

“Amanah Menteri Agama (Menag) kita sampaikan sampai bawah, masyarakat dapat mengenal pesantren itu seperti apa. Kalau sebelumnya pesantren itu tidak modren sekarang kita ingin rubah image nya, melalui guru-guru tersebut diharapkan bisa mengantarkan santri santri sesuai dengan kompetensinya. Itu juga sebagai penelitian saya sekarang seperti ini ke depan dievaluasi berikutnya dilihat berkembangnya dan implementasi di kelas,” katanya.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Modern Daar El Istiqomah Sulaeman Maruf berharap, materi yang disampaikan tersebut bisa bermanfaat serta dapat diimplementasikan dalam pembelajaran.

“Dari workshop tersebut bisa menambah pengetahuan serta dapat bermanfaat bagi guru dalam mengajar di kelas,” katanya. (DE/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here