Guru MDA di Kabupaten Lebak Dapat Bantuan

LEBAK, (KB).- Guru Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) di Kabupaten Lebak memeroleh dana insentif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak sebesar Rp 600.000 per orang/tahun. Pemberian insentif bagi guru MDA merupakan komitmen dan bentuk perhatian pemkab terhadap pendidikan MDA di Kabupaten Lebak.

Kepala Bagian Kesejahteraan Setda Lebak Edi Sunaedi mengatakan, selama ini pendidikan Madrasah Diniyah Awaliyah di Kabupaten Lebak berkembang cukup pesat dan hampir terdapat di semua desa dan kelurahan. Pendidikan madrasah diniyah itu sepenuhnya dikelola oleh masyarakat melalui yayasan maupun pondok pesantren.

“Pendidikan madrasah diniyah di daerah ini dilaksanakan pada siang hingga sore hari setelah murid pada jenjang Sekolah Dasar (SD) melaksanakan pendidikan formal di pagi hari,” ucap Edi Sinaedi, di Rangkasbitung, Ahad (1/12/2019).

Meski demikian, kata Edi, pemerintah daerah baru mampu memberikan bantuan berupa tunjangan insentif sebesar Rp 600.000/orang/tahun. “Kita mengalokasikan dana Rp 3,2 miliar untuk tunjangan dana insentif untuk sebanyak 5.425 guru madrasah diniyah awaliyah di Kabupaten Lebak,” katanya.

Dia menuturkan, pemberian tunjangan dana insentif tersebut merupakan komitmen pemerintah daerah juga sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2005 tentang Wajib Belajar Madrasah Diniyah.

Terpisah Kepala Madrasah Al Kamal Kampung Sentral Kelurahan Rangkasbitung Timur Kabupaten Lebak, Endang Saprudin mengatakan, dirinya mengapresiasi adanya tunjangan insentif dari pemerintah setempat sebesar Rp 600.000/orang/tahun.Meski dana tersebut relatif kecil, namun cukup berarti untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Kami mengajar di madrasah diniyah itu hanya menerima gaji Rp 150.000/bulan. Gaji yang diterima itu jika orangtua membayar iuran sumbangan partisipasi pendidikan (SPP) sebesar Rp 10.000/siswa,” ujarnya.

Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebak Ahmad Firdaus mengatakan, saat ini jumlah pendidikan madrasah diniyah tercatat 3.500 unit tersebar di 28 kecamatan.

Proses kegiatan belajar mengajar madrasah diniyah itu 100 persen kurikulum pendidikan agama Islam antara lain Alquran, hadist, akidah, ahklak, fikih, sejarah kebudayaan Islam, bahasa Arab dan praktik ibadah.

Pembelajaran pendidikan MDA itu mulai pukul 14.00 sampai 16.30 WIB, karena pagi hari peserta yang belajar itu adalah siswa SD. Selain itu juga mengenalkan anak bisa baca tulis Alquran (BTA), praktik ibadah salat dan membentuk akhlak karimah.

Pemerintah daerah mendorong pendidikan madrasah diniyah bisa melahirkan SDM unggul dan berkarakter juga memiliki pondasi agama yang kuat. “Semua gaji guru madrasah itu diserahkan kepada masyarakat,” ucapnya. (ND)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here