Minggu, 18 November 2018
Guru honorer kabupaten Tangerang saat mendatangi gedung DPRD kabupaten Tangerang untuk mempertanyakan nasibnya lantaran tak kunjung jelas pengangkatan statusnya menjadi ASN, Senin (15/10/2018).*

Guru Honorer di Kabupaten Tangerang Mogok Ngajar

TANGERANG, (KB).- Guru honorer di Kabupaten Tangerang yang tergabung dalam Forum Honorer Kategori 2 (FHK2), melakukan aksi mogok. Mereka mogok ngajar, menyusul adanya ajakan mogok mengajar dari Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI).

Berdasarkan informasi, mogok massal guru honorer bakal berlangsung dari 14 hingga 31 Oktober 2018. “Kami dukung wacana mogok mengajar yang diinstruksikan FPHI,” kata Ketua FHK2 Kabupaten Tangerang, Suryanah di Tangerang, Senin (15/10/2018).

Ia mengapresiasi ajakan mogok mengajar oleh FPHI. Sebab, nasib para guru honorer di Kabupaten Tangerang juga tak jelas, jauh dari kondisi sejahtera. “Kami hanya dijanjikan (diangkat PNS) oleh pemerintah, tapi kok pemerintah malah buka lowongan CPNS untuk umum,” katanya heran.

Seharusnya, kata dia, pemerintah lebih memprioritaskan tenaga honorer K2 yang sudah mengabdi hingga puluhan tahun. Nyatanya, penerimaan CPNS yang dibuka pemerintah malah dilakukan pembatasan usia. “Honor tenaga honorer sekarang Rp800 ribu. Padahal mengabdi 10 tahun lebih. Gajinya sama dengan honorer baru. Ini harus dibenahi,” ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Tini Wartini mengatakan Pemkab Tangerang berupaya agar guru honorer segera diangkat ASN. Bahkan, sekda juga sudah melayangkan surat ke gubernur Banten soal nasib guru honorer itu.

“Kami terus berupaya agar kesejahteraan guru honorer lebih baik. Tapi kewenangan pengangkatan ada di pemerintah pusat,” katanya seraya mengaku sudah mengetahui rencana aksi mogok ngajar.

Datangi dewan 

Sementara itu, puluhan guru honorer mendatangi gedung DPRD kabupaten Tangerang untuk mempertanyakan nasibnya lantaran tak kunjung jelas pengangkatan statusnya menjadi ASN. Para guru honorer datang ke gedung DPRD sekitar pukul 10.00 WIB.

Sebagiannya yang tak bisa masuk kedalam ruang rapat gabungan DPRD kabupaten Tangerang menunggu duduk di lantai dan di anak tangga depan pintu ruang rapat gabungan. Sementara belasan guru lain yang masuk kedalam ruang rapat gabungan sebagai perwakilan masuk ke komisi II DPRD untuk memulai audiensi.

Pada audiensi dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang, para perwakilan guru honorer kabupaten Tangerang menangis. Mereka tidak bisa menahan tangis saat buka-bukaan soal nasib mereka yang tidak jelas.

Salah seorang guru yang menangis adalah Husnan, guru honorer K2 tersebut menangis saat menyampaikan aspirasinya kepada wakil rakyat. Ia mengatakan bahwa penghasilan yang didapat selama ini tidak menutup untuk kebutuhan selama satu bulan. Bahkan terkadang harus nombok untuk menutup kebutuhannya, karena menurutnya kebutuhan untuk satu keluarga sekarang naik.

“Kami meminta agar kami diperlakukan seperti guru honorer yang ada di Tangerang Selatan, setidaknya tidak nombok untuk kebutuhan bulanan,” kata Husnan sambil berlinang air mata.

Ia pun menyampaikan bahwa bagaimana Tangerang jadi gemilang, bila tenaga pendidik generasi Tangerang tidak diperhatikan, sampai harus mogok mengajar demi menuntut kesejahteraannya. “Tangerang bisa gemilang karena ada peran pendidik generasi muda didalamnya, tapi saat ini gimana Tangerang bisa gemilang bila pendidiknya tidak diperhatikan,” ucapnya.

Husnan dan para guru honorer menuntut dicabutnya peraturan Permen-PAN RB Nomor 36 dan 37 Tahun 2018 tentang membatasi usia maksimal 35 untuk CPNS, dan meminta agar dinaikannya upah guru honorer Kabupaten Tangerang yang sebelumnya hanya Rp 800.000 perbulan menjadi Rp 3.600.000 atau UMR perbulannya.

“Kami semua para honorer berharap pencabutannya Peraturan Menpan RB, serta naiknya upah yang tadinya Rp 800.000 menjadi UMR, ya minimal sama lah dengan Tangerang Selatan,” tandasnya. (DA)*


Sekilas Info

Kota Tangerang Siap Jadi Tuan Rumah MTQ XVI Provinsi Banten 2019

TANGERANG, (KB).- Kota Tangerang siap menjadi tuan rumah dan menyambut dewan juri serta kafilah yang akan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *