Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi

SERANG, (KB).- Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali erupsi, Selasa (25/6/2019) sekitar pukul 09.00 WIB. Selain erupsi, GAK juga dilaporkan mengalami tiga kali letusan. Meski demikian, aktivitas tersebut masih dinyatakan tidak berbahaya.

Penampakan erupsi GAK yang berada di Selat Sunda itu, terpantau melalui kamera pemantau milik Kementerian ESDM yang dipasang dekat kawah. Erupsi terjadi Selasa (25/6/2019) sekitar pukul 09.09 WIB. Dalam tingkat aktivitas GAK, saat ini masih berada di level II (level waspada).

Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Hendra Gunawan, kejadian adanya erupsi tersebut sebetulnya sudah terjadi sejak Maret hingga hari ini. Namun demikian, erupsi itu tidak terjadi setiap hari. “Sudah terjadi sejak Maret 2019 sampai sekarang,” ujarnya kepada Kabar Banten.

Ia mengatakan, sejak dua minggu terakhir GAK sebenarnya tidak ada erupsi. Namun baru hari ini kemudian terjadi erupsi kecil yang tidak teramati dari pos pemantau GAK di Pasauran, Kecamatan Cinangka. “Untuk ke depan kita tidak tahu (ada erupsi lagi),” tuturnya.

Meskipun sering terjadi erupsi, namun tingkat ancamannya masih pada jarak 2 kilometer dari kawah. Saat ini, kondisi volume GAK belum banyak berubah sejak Januari 2019.

Meski demikian, dirinya mengimbau masyarakat agar tetap mengikuti informasi dari BPBD Pemkab Serang maupun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. “Dan tidak masuk dalam radius 2 kilometer,” tuturnya.

Berdasarkan laporan kebencanaan Geologi (25/6/2019) disebutkan, sejak 25 Maret 2019 GAK (157 M dpl) mengalami peningkatan aktivitas vulkanik sejak 18 Juni 2018 dan diikuti rangkaian erupsi pada periode September 2018 hingga Februari 2019. Pada Mei 2019, erupsi masih terjadi tapi dengan intensitas yang semakin menurun.

Sejak Senin (24/6/2019) visual GAK tertutup kabut. Asap kawah utama tidak teramati. Namun melalui seismograf pada Senin (24/6) tercatat terjadi 1 kali gempa letusan, 1 kali gempa hembusan, 1 kali gempa tektonik jauh, Tremor menerus dengan amplitudo 1 – 35 mm, dominan 7 mm. Karena aktivitas tersebut masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 kilometer dari kawah. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here