Gunakan Sistem ‘E-Office’, Pemkab Serang Segera Terapkan Tanda Tangan Digital

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dalam waktu dekat akan mulai menggunakan sistem E-Office melalui Sistem Surat Masuk dan Keluar (Sisumaker) di bawah naungan Dinas Komunikasi Informasi Persandian dan Statistik.

Itu dilakukan sebagai upaya efisiensi dalam surat menyurat di organisasi perangkat daerah (OPD) karena pemkab dapat menerapkan tanda tangan digital. Hal tersebut terungkap dalam sosialisasi Sisumaker yang digelar di Aula Tb. Suwandi, Senin (24/6/2019).

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, penerapan e office dilakukan untuk memudahkan surat menyurat di internal Pemkab Serang, mulai dari bupati, Eselon II dan III sampai ke tingkat kecamatan.

”Sisumaker sudah ada di Tangsel. Kita sudah MoU dengan BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) jadi kita berhak gunakan tanda tangan digital dan sudah resmi. Kalau Banten baru Tangsel,” ujar Tatu kepada Kabar Banten saat ditemui setelah acara sosialisasi Sisumaker di Aula Tb. Suwandi, Senin (24/6/2019).

Tatu menjelaskan, penggunaan tanda tangan digital ini akan dilakukan secara bertahap. Ia mengatakan, selama ini dengan sistem manual dirinya biasa kesulitan saat harus melakukan disposisi. Sebab, ia sering berada di luar kota untuk menghadiri undangan baik ke pusat atau kemanapun.

”Sehingga ini jadi persoalan dan kendala saat disposisi surat harus dilanjutkan ke bawah,” katanya.

Ia mengatakan, dengan e-office ini, ia berharap semua kendala tersebut bisa hilang seperti yang dilakukan Tangsel saat ini. Dengan demikian, dimana pun ia berada bisa memberikan tanda tangan digital.

”Kalau manual kan saya bawa berkas, enggak mungkin juga diacara saya bongkar itu berkas. Tapi dengan sistem digital semua jalan walau saya tidak ada di kantor semua disposisi selesai,” ucapnya.

Disinggung soal sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Pemkab Serang banyak yang berusia lanjut, Tatu mengatakan, era digitalisasi memang tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, harus lah dihadapi. Namun, kata dia, soal usia tidak boleh menjadi masalah.

”Yang usia sudah senior ini dengan sistem ini enggak familiar, kalau kaum milenial sudah familiar dengan sistem ini. Tapi itu tadi sudah masuk ke era digitalisasi kita harus masuk ke dalamnya, kalau yang gagap teknologi bisa tanya kebawahnya Eselon III dan IV pasti familiar, kita mulai saja jangan khawatir dulu,” tuturnya.

Sementara, Kepala Dinas Komunikasi Informasi Persandian dan Statistik Kabupaten Serang Anas Dwisatya Prasada mengatakan, untuk saat ini yang diberikan pelatihan baru kepala OPD dan camat.

”Sekarang yang sudah uji coba baru Inspektorat, Bapenda, DPUPR dan Setda. Nanti ke depan akan semua, mudah-mudahan Juli bisa semua, ini baru OPD dan Camat (Sosialisasinya) nanti ke bawahnya,” ujarnya.

Anas mengatakan, dengan sistem ini dirinya meyakini akan mengefisiensikan penggunaan kertas. Ke depan semua sistem akan menggunakan elektronik.

”Yang biasanya kita pakai lima rim, nanti bisa hanya satu rim saja. Tapi semua arsip sudah masuk ke aplikasi ini. Ini sudah ada dari BSSN, IT Security nya sudah dilakukan dari Tangsel jadi sudah siap kalau ada hacker,” tuturnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here