Sabtu, 15 Desember 2018

Gulirkan Dana Hibah untuk Lembaga Islam

Pemkab Pandeglang terus meningkatkan pengembangan dan pemberdayaan badan dan lembaga Islam di Pandeglang. Salah satu kebijakan yang digulirkan pemerintah daerah untuk menopang program kegiatan lembaga tersebut yakni dengan menggelontorkan dana hibah.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Pandeglang, Udin Samsudin mengatakan, ada sekitar 130 lembaga dan badan penerima hibah yang telah diverifikasi pada tahun 2018. Anggaran hibah tersebut dialokasikan sebesar Rp 1,17 miliar untuk 130 penerima hibah dengan besaran bantuan bervariasi.

“Untuk bantuan 25 masjid sebesar Rp 292 juta, 17 musala sebesar Rp 134 juta, 37 majelis taklim sebesar Rp 302,5 juta dan 51 pondok pesantren (Ponpes) sebesar Rp 441, 5 juta. Jadi total dana hibah yang direalisasikan tahun 2018 sebesar Rp 1,17 miliar. Pencairan dana tersebut langsung masuk rekening masing-masing penerima atas nama badan dan lembaga,” kata Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Pandeglang, Udin Samsudin seusai penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) bagi lembaga Islam di Ofroom Setda, Selasa (4/12/2018).

Hadir dalam acara tersebut Bupati Pandeglang, Hj. Irna Narulita, Sekda Pandeglang Fery Hasanudin, Asda Ekbang dan Kesra Indah Dinarsiani, para kepala dinas, kepala bagian dan camat.

Menurut Udin, sesuai data untuk tahun ini sebanyak 90 badan dan lembaga penerima hibah akan menandatangani berita acara NPHD. “Ya, nanti sisanya menyusul karena harus ada beberapa persyaratan yang harus dilengkapi,” ucap Udin.

Sementara itu, Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, sejalan dengan kemajuan zaman tidak dapat terelakan lagi, bahwa ukhuwah islamiyah dan watoniah seering terkikis. “Karenanya, kami harap bantuan hibah ini bisa menjadi syiar Islam, di antaranya membentuk generasi Islami yang dapat memakmurkan masjid dan majelis,” tutur Bupati Pandeglang Irna Narulita.

Bupati meyakini di era semakin maju dikhawatirkan terpapar paham radikalisme. Karenanya, pemerintah daerah berkewajiban untuk ikut mengantisipasi masuknya paham radikalisme.

“Di sini peran para kiai dan ulama sangat penting untuk mencegah radikalisme. Karena kehadiran ulama dan kiai dapat membimbing dengan syariat agama Islam, sehingga kita punya benteng akidah yang kuat dan itu menjadi rasa aman dan nyaman bagi masyatakat,” tuturnya.

Irna berharap dana hibah tersebut agar dipergunakan untuk kegiatan yang efektif. Hibah ini dapat digunakan untuk rehabilitas sarana agama atau kegiatan lainnya dengan poin mengajak generasi untuk terus menuntut ilmu agama.

“Walaupun mereka bukan jebolan pesantren, namun tetap mendapatkan wawasan dan ilmu agama. Saat ini masih ada ibu generasi muda yang belum paham harus menjadi teladan bagi anaknya. Pembina di majelis taklim akan memberikan pencerahan, pemahaman tentang ilmu dan wawasan agama serta kehidupan yang baik,” ujarnya. (Iman Fathurohman)*


Sekilas Info

Irna Narulita Kampanyekan Magrib Mengaji

PANDEGLANG, (KB).-¬†Rongrongan yang datang saat ini bukan lagi dalam bentuk perang, namun lebih kedalam idiologi, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *