Gula Semut Lebak Tembus Pasar Timur Tengah

Gula semut merupakan gula merah versi bubuk dan sering pula disebut orang sebagai gula kristal. Dinamakan gula semut karena bentuk gula ini mirip rumah semut yang bersarang di tanah. Bahan dasar untuk membuat gula semut adalah nira pohon aren (enau) dan pohon kelapa. Karena kedua pohon ini masuk jenis tumbuhan palmae maka dalam bahasa asing, secara umum gula semut hanya disebut sebagai palm sugar atau palm zuiker.

Untuk menghasilkan produk murni gula semut yang berkualitas, memerlukan beberapa kriteria tertentu selain bahan baku yang berkualitas, sistem pengolahan secara profesional juga diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni termasuk kelengkapan penunjang produksinya.

Permintaan akan gula semut terus meningkat dari waktu ke waktu. Hal itu tidak lepas dari usaha para produsen gula semut yang terus melakukan penetrasi pasar, terutama terhadap target pasar industri yang sangat mempertimbangkan efisiensi, yang menonjolkan sisi kepraktisan gula semut dibandingkan gula merah biasa.

Wilayah yang terkenal dengan sentra produksi gula semut antara lain Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Cilacap, dan Kabupaten Lebak. Produk gula semut aren dari Kabupaten Lebak dan Banten saat ini menduduki peringkat ke-7 secara nasional. Sementara untuk produk gula aren dan gula semut berbagai varian dari Kabupaten Lebak saat ini juga menduduki peringkat ke-1.

Salah seorang pengelola spesialis gula semut berkualitas adalah Ahmad Dimyati yang menggunakan merek dagang Semar Food. Menurutnya, untuk memproduksi gula semut dianggap gampang-gampang susah. Sisi kemudahannya karena ketersediaan bahan baku utama yang banyak diseputar wilayah Lebak bagian Tengah dan Selatan yang cukup menunjang untuk terus memproduksi gula semut berbagai varian.

Sementara susahnya adalah untuk memproduksi murni gula aren harus memenuhi berbagai standar. Untuk grade sendiri harus menembus angka sekitar,0,5-07 persen PH, kadar air,0,5-0,3 persen sebagai standar nasional Indonesia (SNI). Sedangkan kadar gulanya harus mencapai 78,46 persen-80 persen.

”Pesanan saat ini cukup banyak. Untuk pangsa pasar sistem retail produk kita sudah menembus beberapa pasar kota besar di Indonesia, seperti Batam, Bali, Lombok, Jakarta dan Bandung yang secara rutin dipesan oleh pengusaha hotel berbintang. Kami juga merasa bangga karena gula semut Semar Food sudah bisa menembus pasar luar negeri, khususnya Timur Tengah. Saat ini kami sedang berusaha untuk menembus pasar Korea Selatan. Produksi gula semut yang dicetak halus dari jenis gula aren dari Kabupaten Lebak, pada tahun 2015 lalu telah mampu menembus pasar Australia,” ucap Ahmad Dimyati kepada Kabar Banten, beberapa waktu lalu.

Ditambahkan, dengan terus meningkatnya permintaan pasar ekspor komoditas gula semut dari Lebak diyakini akan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi para perajin. Namun diakuinya, produktivitas gula semut tersebut kini berkurang akibat jumlah populasi pohon aren (enau) milik masyarakat terus semakin menyusut.

Kami berharap pemerintah pusat dan daerah mampu berperan dalam membantu dan menjamin ketersediaan bahan baku, khususnya ketersediaan pohon aren (kawung), agar produksi gula aren bisa terus berjalan dan terus meningkat produksinya. Kami telah menjalin kerja sama dengan petani di kawasan Taman Gunung Halimun dan Salak (TNGHS) di kawasan Kecamatan Cilograng melalui penanaman pohon aren sekitar 8.000 pohon di areal puluhan hektare.

”Langkah itu kami lakukan agar produksi gula aren bisa terus berjalan, petani juga bisa hidup sejahtera. Namun, yang terpenting bagi kami, pemerintah juga harus memberikan garansi (jaminan) kepada para petani agar mereka tidak lagi terputus kehidupannya hanya disebabkan pohon arennya dijual karena terpaksa untuk memenuhi kebutuhan yang sesaat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Babay Imroni menyatakan, pihaknya telah memberikan rekomendasi terkait kegiatan produksi gula semut dan gula aren kawung Lebak merupakan produk pelaku usaha CV Semarfood. Yang menggunakan dan memanfaatkan hasil produksi para usaha mikro perajin gula aren yang ada di wilayah Kabupaten Lebak.

”Selain memanfaatkan hasil para perajin, Semarfood juga harus melaksanakan bimbingan teknis dan pendampingan untuk peningkatan kualitas produksi dan harga jual produksi usaha mikro perajin gula aren. Pelaku usaha Semarfood juga agar terus berkarya dan berinovatif dalam memanfaatkan potensi produk lokal, sehingga mampu membantu meningkatkan taraf hidup para pelaku usaha mikro perajin gula aren,” tutur Babay Imroni. (Nana Djumhana)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here