Gugatan terhadap Hasil Musda MUI Kota Cilegon Kandas

CILEGON, (KB).- Gugatan Sayuti warga Kota Cilegon terhadap hasil Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cilegon 2019, kandas.

Sebab, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Serang yang menyidangkan perkara tersebut, Selasa (7/4/2020), menjatuhkan putusan, sidang perkara perdata nomor Register Perkara 016/Pdt.G/Pn.Srg tersebut, tidak dapat dilanjutkan.

Hakim Ketua Majelis BP Atep SHn dalam amar putusanya menyatakan menolak gugatan penggugat.

“Menolak gugatan penggugat dan menghukum kepada penggugat dengan membayar biaya perkara dan membayar biaya mediasi,” katanya.

Baca Juga : Musda MUI Kota Cilegon Disoal

Sementara itu, Kuasa Hukum MUI Kota Cilegon Agus Surahmat Prawiradiredjo menuturkan, hal yang wajar jika gugatan tersebut, ditolak, karena selama 4 kali dalam sidang, penggugat tidak pernah hadir.

“Ini adalah sesuatu yang wajar, karena selama sidang mediasi yang dilaksanakan sebanyak 4 kali penggugat tidak pernah hadir. Padahal, penggugat telah dipanggil secara patut,” ujarnya.

Ia menuturkan, penggugat yang tidak hadir tersebut, dianggap mengganggu jalannya persidangan. Karena, ucap dia, semuanya sudah diatur dalam persidangan.

Baca Juga : Serap Aspirasi Masyarakat, Dewan Pertimbangan MUI Banten Selisik Penolakan terhadap Ketua MUI Cilegon

Pengguguran gugatan dapat dilakukan oleh hakim, meskipun tanpa ada permintaan dari tergugat, akan tetapi kewenangan pengguguran tidak bersifat imperative karena berdasarkan pasal 126 HIR.

Seperti diketahui, Sayuti, warga Kota Cilegon menggugat hasil Musda MUI Kota Cilegon 2019, karena diduga bermasalah.

Dalam Musda MUI yang berlangsung Rabu (27/11/2019), terpilih KH Dimyati Abubakar sebagai Ketua MUI Kota Cilegon periode 2019-2024. Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon itu menyisihkan 2 kandidat lainnya, yakni Haji Jubaedi Ahyani dan Haji Inas Nasrullah. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here