Selasa, 19 Juni 2018
SUASANA musyawarah penyelesaian sengketa pertama yang digelar Panwaslu Kota Serang di Kantor Bawaslu Banten, Jumat (23/2/2018).*

Gugatan ke KPU, Agus-Samsul Klaim Kantongi Bukti Kuat

SERANG, (KB).- Pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang, Agus Irawan Hasbullah-Samsul Bahri mengklaim mengantongi sejumlah bukti kuat terkait kelalaian Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang selama verifikasi faktual dan verifikasi administrasi syarat dukungan. Bukti tersebut diyakini dapat membuat mereka memenangkan sengketa Pilkada Kota Serang yang diajukan ke Panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kota Serang.

“Kami punya bukti faktual. Untuk dukungan kami hanya menyampaikan ke KPU, selanjutnya KPU memverfikasi,” kata Kuasa Hukum Agus-Samsul, Iwan Ridwan saat ditemui awak media usai musyawarah penyelesaian sengketa (MPS) pertama yang digelar Panwaslu Kota Serang di Kantor Bawaslu Banten, Jumat (23/2/2018).

Ia menuturkan, bukti-bukti terutama menyangkut verifikasi faktual dukungan awal dan verifikasi administrasi dukungan perbaikan yang dianggap tidak menempuh prosedur. Ia menyebut ada sejumlah pendukung Agus-Samsul yang tidak diverifikasi langsung oleh verifikator KPU Kota Serang saat verifikasi faktual dukungan awal. “Baru secara sampel 160 lebih. Itu artinya tidak didatangin. Kita coba datangin dan mereka mengaku tidak didatengin,” ujarnya.

Sebagai buktinya, ia mengaku telah mengantongi surat pernyataan bahwa warga yang bersangkutan tidak pernah didatangi oleh petugas verifikasi saat verifikasi faktual dukungan awal. “Kami punya surat mengaku tidak pernah didatangi,” katanya. Selanjutnya, untuk kejanggalan verifikasi administrasi dukungan perbaikan ia mengaku mempunyai bukti bahwa ada pendukung yang tidak pernah membuat surat pernyataan mendukung. Padahal orang tersebut dinyatakan sudah tidak mendukung oleh petugas KPU Kota Serang. “Ada fakta tidak mendukung ternyata dia tidak pernah menyatakan itu,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Komisioner KPU Kota Serang, Fierly MM mengatakan, KPU Kota Serang telah mempelajari materi sengketa yang diajukan Agus-Samsul. Ia juga telah berkoordinasi dengan PPK dan Kejari Serang. “Sebagai persiapan menghadapi sengketa,” katanya. Ia juga sudah mengumpulkan 25 item bukti dan 10 saksi untuk membantah bukti yang disampaikan Agus-Samsul. Bukti tersebut dianggap kuat karena disertai dengan berita acara.

“Dalam permohonan KPU dianggap undprosedural, tidak sesuai undang-undang. Saya pikir verifikasi penghitungan, verifikasi administrasi, dan verifikasi faktual hari demi hari didampingi teman-teman panwaslu dan LO tim sukses. Kami sangat bisa mengikuti MPS dengan baik dan kami yakin pimpinan musyawarah punya keputusan yang adil,” ucap Fierly. (SN)***


Sekilas Info

Tim Favoritnya Gagal Lolos ke Piala Dunia, Wagub Banten Alihkan Dukungan untuk Brasil

SERANG, (KB).- Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy kecewa berat tim kesayangannya, Italia, gagal tampil di Piala …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *