Senin, 15 Oktober 2018

Gubernur Banten Temui Dirut BRI Bahas Penyehatan Bank Banten

SERANG, (KB).- Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) menemui Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk, Suprajarto, di Gedung BRI 1, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 44-46, Semanggi, Jakarta, Jumat (10/8/2018). Pertemuan tersebut membahas rencana penyertaan modal kepada Bank Banten. Pertemuan tersebut sebagai tindak lanjut pernyataan gubernur yang berencana mengajak join BRI untuk ikut memberikan penyertaan modal di Bank Banten. Sebab, APBD Banten saat ini juga sedang difokuskan untuk urusan wajib, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

“Saat ini, Bank Banten perlu modal dan tambahan dana. Sementara, dana APBD yang ada harus tetap dapat menjalankan urusan wajib dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang selama ini diprioritaskan, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, serta program pembangunan lainnya,” kata Gubernur Banten, Wahidin Halim dalam siaran pers Diskominfotiksan Provinsi Banten, Ahad (12/8/2018).

Ia mengatakan, pertemuannya dengan dirut BRI, adalah salah satu upaya dalam menyehatkan Bank Banten. Sebelumnya, Pemprov Banten juga telah mengirimkan surat untuk meminta pendapat dan rekomendasi dari KPK terkait hal tersebut. Menurut dia, persoalan Bank Banten sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) saat ini banyak mendapat sorotan dari sejumlah pihak. Hal tersebut, karena keberadaan BPD dinilai harus dapat menjadi instrumen bagi peningkatan pembangunan ekonomi di daerah.

“Salah satu indikasinya, adalah tingginya penempatan dana BPD dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang pada umumnya berasal dari pemerintah daerah dan dana APBD tersebut, sebagian merupakan dari alokasi dari APBN,” ujarnya. Ia menjelaskan, Bank Banten memiliki relasi yang tidak dapat dipisahkan dengan perekonomian daerah. Selain menjalankan kegiatan bank umum, Bank Banten juga berfungsi sebagai kasir pemda. “Seperti dana realisasi APBD, karena sebagian besar merupakan dana milik pemerintah, khususnya Pemprov Banten,” ucapnya.

Dalam pertemuan tersebut, dia juga membahas tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) Provinsi Banten dengan BRI yang selama ini telah terjalin. Sebelumnya diberitakan, Pemprov Banten akan bekerja sama dengan BRI terkait pola penyertaan modal ke PT Bank Banten. Namun, Pemprov Banten belum memutuskan berapa nominal pasti yang akan dialokasikan untuk penyertaan modal kepada Bank Banten.

Ia menuturkan, masih perlu berkoordinasi dengan BRI untuk memastikan berapa persen penyertaan modal yang wajib diberikan Pemprov Banten. “Karena itu mau ketemu BRI lagi berapa persen kewajiban kami penyertaan modalnya, kami masih perlu komunikasi dan ketemu dengan BRI,” tuturnya.

Ia belum memastikan bagaimana pola penyertaan modal antara Pemprov Banten dengan BRI. Apakah fifty-fifty atau dibagi berapa persen kewajiban masing-masing. “Kemarin kan dialokasikan Rp 300 miliar, kami juga lihat bagaimana bangunan kerja sama dengan BRI. Apakah fifty-fifty modalnya atau ditanggung sebagian oleh BRI dan Pemprov (Banten),” katanya. (RI)*


Sekilas Info

Perajin Miniatur Kapal Kayu dari Kampung Wisata Bahari

INDONESIA dikenal dengan bangsa Maritim, karena memiliki pulau terbanyak di dunia. Bahkan, lebih luas lautnya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *