Gubernur Banten tak Hadiri Acara Silaturahim, Tokoh Banten Kecewa

Sejumlah tokoh masyarakat Provinsi Banten foto bersama saat acara Silaturahim Kelompok Kerja Pembentukan Provinsi Banten yang digelar di salah satu rumah tokoh masyarakat di Jalan Jagarayu Kompleks Griya Gemilang, Ciracas, Kota Serang, Ahad (28/7/2019).*

SERANG, (KB).- Sejumlah tokoh pejuang pendirian Provinsi Banten kecewa terhadap Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, karena keduanya tidak hadir dalam acara Silaturahim Kelompok Kerja (Pokja) Pembentukan Provinsi Banten bersama Pemerintah Provinsi Banten di Griya Gemilang Sakti (GGS) II, Ciracas, Kota Serang, Ahad (28/7/2019).

Dalam acara itu, para tokoh yang hadir juga menilai pembangunan di Banten melambat, terutama dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sejumlah tokoh pendirian Provinsi Banten yang hadir antara lain Irsyad Djuwaeli, Ahmad Taufik Nuriman, Prof. Suparman Usman, H. Mardini, Ali Yahya, Eden Gunawan, Prof. Sholeh Hidayat, Prof. Lili Romli, Prof. Najib, Ir. Danulhay Kamsin, Dr. Wawan Wahyudi. Selain itu, hadir pula Wakil Ketua DPRD Banten Nuraeni dan politisi PAN Dedi Mi’ing Gumelar.

Ketua Pelaksana Silaturahim Kelompok Kerja Pembentukan Banten bersama Pemerintah Provinsi Banten H. Aeng Haerudin menuturkan, kegiatan tersebut merupakan silaturahim mantan pejuang pembentukan Provinsi Banten. “Baik dari pokja, komite dari formatan dan bakor,” katanya.

Tokoh-tokoh yang datang ingin bersilaturahim dengan Pemprov Banten. Akan tetapi, sejumlah tokoh akhirnya merasa kecewa karena Gubernur dan Wakil Gubernur Banten tidak hadir.

“Awalnya yang sudah hadir dan waktu juga diberi oleh beliau ya Pak Wagub, cuma Pak Wagub berhalangan karena ada ujian yang mendadak S3 di Bandung. Sehingga, tadi (kemarin) beliau menyampaikan pukul 10 memastikan tidak bisa hadir. Terus Pak Gubernur ngomongnya semalam mau hadir, saya juga enggak langsung komunikasi dengan gubernur. Tapi kami welcome, kalau Pak Gubernur hadir lebih bagus. Tapi ternyata tadi (kemarin) beliau memutuskan jam setengah 12 enggak jadi,” ujarnya.


Ketua Panitia Aeng Haerudin saat memberikan sambutan pada acara Silaturahmi Kelompok Kerja Pembentukan Provinsi Banten yang digelar di salah satu rumah tokoh masyarakat di Jalan Jagarayu Kompleks Griya Gemilang Sakti, Ciracas, Kota Serang, Ahad (28/7/2019).*

Menurutnya, tokoh-tokoh yang datang memiliki peranan penting dalam pembentukan Provinsi Banten. “Karena mereka adalah pejuang. Tanpa ada dia belum tentu Banten jadi provinsi. Karena enggak ada yang ngemodalin, enggak ada yang memperjuangkan. Tadi dari tokoh itu dia kecewa banget. Bahkan dia lebih keras lagi yang terakhir bohong, pembohong,” ujarnya.

Meski memahami kesibukan sebagai kepala daerah, ia sendiri mengaku kecewa. Sebab, dirinya sudah menyampaikan kepada masyarakat dan tokoh bahwa kegiatan tersebut akan dihadiri wagub bahkan gubernur.

Pembangunan melambat

Disinggung pandangannya terkait kondisi pembangunan Banten sampai saat ini, ia melihat masih melambat. “Dari Pak Ali Yahya tadi dianggap masih lambat, Ali Yahya selaku pejuang pembentukan Provinsi Banten,” ujarnya.

Ia memahami bahwa anggaran pemprov terbatas. Akan tetapi, pemprov bisa menggunakan tangan-tangan para pendiri untuk membantu berkoordinasi dengan pusat, agar anggaran di Banten semakin bertambah.

“Para pejuang-pejuang Provinsi Banten pengaruhi pusat, itu juga kan bisa membantu kalau ada apa-apa. Tapi kalau mereka tidak dihargai ya udah, bahkan kalimatnya berbeda kan tadi itu. Padahal, kalau mereka diajak bicara Banten butuh ini, dia akan komunikasikan dengan pusat, besar sekali pengaruhnya,” ucapnya.

Menurut para tokoh, kata A’eng, salah satu bagian pembangunan yang masih melambat adalah peningkatan kesejahteraan. “Kalau saya kan hanya memfasilitasi pertemuan antara tokoh pejuang pembentukan Provinsi Banten dengan pemda. Tapi pemda rupanya tidak berkenan. (Terkait rekomendasi kepada pemprov) Tadi saya secara detail belum. Tapi yang jelas, bahwa ingin Banten lebih cepat lagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Mantan Bupati Serang Ahmad Taufik Nuriman juga menyinggung ketidakhadiran Gubernur dan Wakil Gubernur Banten. “Kemudian menyinggung masalah ketidakhadiran pimpinan, saya pribadi mungkin yang kedua kalinya,” ujarnya.

Ia tidak memahami penyebab Gubernur dan Wakil Gubernur Banten tidak hadir. Padahal, selama dirinya menjadi bupati maupun wakil bupati selalu datang ke undangan kegiatan. “Kalau tidak mau hadir jangankan satu hari, tiga hari sebelumnya saya pastikan enggak bisa hadir, jelas,” ujarnya.

Ia menyinggung terkait jawaban tentatif dari pejabat daerah saat diundang hadir dalam kegiatan. “Kalau sekarang tentatif, tentatif tidak jelas mungkin hadir mungkin tidak. Harusnya bisa memberikan keputusan hadir ataupun enggak,” ujarnya.

Ia juga mengaku bingung pejabat tidak hadir dalam kegiatan. Padahal, saat kampanye mereka memberikan banyak iming-iming. “Pas jadinya untuk hadir bersama masyarakat saja ini enggak siap,” tuturnya.

Ia menegaskan, apa yang disampaikannya tidak ada motif apapun. Ia membantah jika dirinya akan mencalonkan diri sebagai Gubernur Banten. “Insya Allah wakil gubernur, gubernur saya tidak akan mencalonkan. Kemarin ada acara di rumah, isunya itu Taufik bikin acara mau (nyalon) gubernur. Saya katakan insya Allah saya tidak tergiur dengan jabatan-jabatan, bahkan saya pernah ditawari salah satu komisaris, saya tolak,” katanya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here