Minggu, 19 Agustus 2018

Gubernur Banten Minta Semua Pihak Dukung Pendidikan Gratis

SERANG, (KB).- Gubernur Banten Wahidin Halim menegaskan bahwa program pendidikan gratis di Provinsi Banten untuk jenjang SMA/SMK negeri sudah final dan tidak ada lagi tawar menawar mengenai program tersebut. “Untuk pendidikan gratis itu sudah final bahwa pendidikan gratis adalah keniscayaan. Sudah tidak ada tawar menawar lagi karena merupakan bentuk kehadiran negara bagi rakyatnya, bagi masyarakatnya,” kata Wahidin Halim.

Wahidin Halim menegaskan bahwa program pendidikan gratis yang dicanangkan Pemprov Banten di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy merupakan keputusan final yang tidak bisa ditawar lagi. Untuk itu, Gubernur meminta agar seluruh pihak dapat mendukung program tersebut karena akan memberikan manfaat untuk masyarakat.

Ia mengaku heran sekaligus merasa aneh apabila ada pihak-pihak yang tidak setuju dengan program pendidikan gratis. Menurutnya, jika mengusulkan penyempurnaan program pendidikan gratis untuk menuju lebih baik, namun tidak untuk memperkarakan program tersebut.

“Kalau mahal ya baru perkarakan. Sederhana saja memahami pendidikan gratis, pikirkan bahwa program ini untuk orang-orang yang sangat membutuhkannya, dan ingin memberikan pendidikan yang baik bagi anaknya, namun kurang mampu secara materi. Di sanalah pemerintah harus hadir,” kata Wahidin.

Wahidin mengatakan, apabila ada anggota dewan yang menolak program tersebut, berarti mereka menolak keputusannya sendiri. Menurutnya sudah tidak ingin ada sekolah yang menahan ijazah siswa hanya dikarenakan ada tambahan biaya. Sudah tidak ada lagi istilah sekolah favorit, semua sekolah sama bagusnya, karena sekolah-sekolah favorit hanya menerima siswa yang memang sudah memiliki nilai yang tinggi.

Gubernur Banten juga mengatakan akan meningkatkan semua fasilitas sekolah. Baik yang butuh bangunan sekolah, ruang kelas baru, akan dibangun termasuk jika membutuhkan guru, maka akan segera ditambahkan. Oleh karenanya mengurus pendidikan ini perlu kerja sama yang baik antara berbagai pihak.

“Bahkan ada komite sekolah dan kepsek yang bilang kalau Gubernur nggak paham konsep pendidikan gratis. Saya tidak gentar, saya akan bela pendidikan gratis sampai bisa terlaksana sempurna, dan sudah saya laksanakan sejak 2017. Program ini adalah layanan wajib pemerintah bagi masyarakatnya, baik kesehatan, pendidikan maupun peningkatan infrastruktur,” kata dia.

Wahidin juga meminta Dewan Pendidikan Banten yang dikukuhkan agar dapat bertugas dengan baik dan profesional. Yakni turut membantu Gubernur untuk menganalisa, mengawal dan membantu secara konsepsional serta memberikan perhatian dalam rangka kemajuan pendidikan di Provinsi Banten. (SN)*


Sekilas Info

Popon Mia Aupikoh, Mahasiswa Unbaja Menangkan Kompetisi Lawatan Museum Negeri Banten

Mahasiswa Jurusan Teknik Universitas Banten Jaya (Unbaja) Popon Mia Aupikoh memenangkan kompetisi Lawatan Museum 2018 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *