Jumat, 19 Oktober 2018

Gubernur Banten Lepas Kafilah Lomba Baca Kitab

SERANG, (KB).- Gubernur Banten Wahidin Halim melepas kontingen Provinsi Banten pada ajang Musabaqoh Qiraatil Kutub (MQK) ke-VI Tingkat Nasional yang akan dihelat di Jepara, Jawa Tengah, 29 November-7 Desember 2017. Wahidin menginginkan kontingan Banten menang karena Banten sebagai rujukan dunia dalam urusan kitab.

“Syeh Nawawi Tanara itu penulis kita yang diakui dunia. Di Cidahu, Pandeglang, ada Abuya Muhtadi yang faham dengan kitab, makanya di lomba nanti harus menang,” kata Wahidin, dalam sambutannya di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (27/11/2017).

Mantan Wali Kota Tangerang ini mengungkapkan, Banten merupakan daerah yang memiliki sejarah yang baik dalam urusan perkitaban.  Menurutnya, ulama dan pondok pesantren di Banten sebagai rujukan. Bahkan, dalam urusan kitab Banten menjadi rujukan dunia.

“Orang dari Jawa Timur, Jawa Tengah mengaggumi. Banten jadi rujukan. Kemarin-kemarin ada yang ziarah dari Surabaya. Bahkan setahu saya Abuya Muhtadi sebagai korektor kitab yang dari Maroko, dari negara arab, Yaman, Iran, dari mana-mana ke sini. Kalau sampai kalah kebangetan,” ucap pria yang akrab disapa WH ini.

Gubernur juga berjanji jika kafilah Provinsi Banten masuk ke tiga besar nasional, para juaranya akan diberangkatkan ibadah umrah. “Tidak janji, tapi diniatin. DPRD juga ingin anggarakan juga yang berprestasi dapat beasiswa. Kalau Ponpes memang kewajiban daerah. Saya bilang kasih ponpes mau salafiyah maupun modern. Ponpes sudah membantu kita membangun kultur bukan hanya dunia pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Banten Bazari Syam mengatakan, Provinsi Banten mengirimkan sebanyak 97 peserta yang terdiri dari 67 peserta, 10 pembina dan 20 pendamping dan official. Mereka akan mengikuti seluruh cabang yang akan dilombakan. “Kami bertekad meraih 3 besar secara nasional. Karena tahun lalu kami nyaris tidak masuk dalam 10 besar,” kata Bazary. Ia menjelaskan,  MQK ke-VI tingkat nasional ini merupakan perwujudan kemajuan pondok pesantren dalam menjelaskan isi kitab.

Menurut Bazari, para peserta dari Banten ini hasil proses seleksi yang ketat. Pada 12 Agustus dilakukan seleksi tingkat Banten dengan juri independen. Setelah itu tiga hari para peserta mengikuti training center. Kemenag pun melakukan pendekatan emosional dengan pimpinan ponpes untuk memberikan pembinaan bagi santrinya yang akan mewakili Banten. “Kami optimis di MQK tahun ini Banten akan tampil lebih baik,” katanya. (RI)***


Sekilas Info

Masih Jauh dari KHL, Buruh di Banten Tolak Besaran Kenaikan UMP

SERANG, (KB).- Buruh Banten yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Provinsi Banten menolak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *