Gubernur Banten Klaim Kopi WH Direspons Baik

SERANG, (KB).- Gubernur Banten Wahidin Halim optimistis ‘Kopi WH’ dapat bersaing dengan produk kopi lain. Selama ini produk kopi Banten yang mereknya identik dengan sapaan akrab dirinya tersebut mendapatkan respons positif dari masyarakat.

“Kalau kita lihat bagaimana nanti respons dari konsumen. Tapi rata-rata konsumen bilang kopi ini bagus,” kata WH.

Kopi WH belum diproduksi secara besar-besaran. Prosesnya baru launching kemudian promosi skala kecil. “Sekarang udah mulai kita kasih kopi, tawar-tawarin, promosi-promosi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, merek kopi tersebut hanya strategi branding.

“Akan kembangkan, ikonnya bukan karena WH tapi karena petaninya yang dibudidayakan, kita tingkatkan kualitasnya. Saya cuma branding aja. Kalau pakai nama kamu kan orang belum tentu,” ucapnya.

Tak hanya kopi, Banten juga disebut memiliki 30 varietas duren unggulan yang tersebar di kabupaten/kota Banten. Dengan jumlah itu duren Banten diyakini bisa diminati masyarakat luas.

“Cuma kan pembibitannya, pembinaannya, pengembangannya, ekspansinya terus promosinya itukan belum dilakukan. Nah pemerintah lewat gubernur akan mempromosikan duren-duren Banten itu, makanya selalu labeling-nya Banten,” ujarnya.

Pengembangan produk pertanian di Banten akan dilakukan melalui PT Agrobisnis Banten Mandiri yang sudah terbentuk.

“Kita bentuk sekarang, kita anggarkan Rp 350 miliar, per tahun Rp 50 miliar. Itu yang nanti akan mengadakan bibit, pembinaan, terus kemudian juga penanaman. Ada produk-produk dari Banten akan dikembangkan oleh BUMD,” ucapnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pertanian Banten Asep Mulya Hidayat menginginkan, pemasaran produk kopi di Banten dilakukan secara terintegrasi.

“Pemasaran sebetulnya kami ingin terintegrasi, jadi urusan kopi itu bukan hanya pertanian, tapi urusan yang menyangkut hilir itu,” ujarnya.

Ia menilai, kopi di Banten membutuhkan pembinaan yang lebih baik. Sebab, pengelolaan kebun kopi umumnya masih dilakukan dengan cara biasa.

“Asal panen saja, tidak dipilih, kemudian udah matang. Sekarang dikasih tahu pendidikan kepada petani agar yang dipanen benar-benar yang sudah matang sehingga kualitasnya akan bagus. Setelah itukan dengan proses pengeringan, bahkan roasting itu yang menjadi critical kita dalam kualitas kopi,” ucapnya.

Di Banten sendiri varietas kopi tak begitu banyak, jenisnya hanya arabica dan robusta. Akan tetapi, kedua jenis itu berpeluang untuk dikembangkan mengingat kualitasnya tak baik dengan kopi daerah lain. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here