Selasa, 11 Desember 2018

GP Ansor Pertanyakan Pengelola Alun-alun Kota Cilegon

CILEGON, (KB).- Rencana pelaksanaan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Alun-alun Kota Cilegon yang rencananya pada pertengahan Oktober 2018 terancam batal. Karena, pada waktu yang hampir bersamaan ada acara besar “Cilegon Vaganza” di tempat yang sama.

Ketua GP Ansor Kota Cilegon, Sholeh Syafe’i menilai, pengelola alun-alun tidak bisa mengatur jadwal dan jenis kegiatan yang ada di alun-alun. “Masa iya kegiatan HSN yang notabene full acara keagamaan dibenturkan dengan acara musik regge dan rock. Ini tidak masuk akal,” katanya.

Menurut dia, proses perizinan dalam pelaksanaan HSN sudah terlebih dulu diajukan, yakni sekitar Agustus 2018. Akan tetapi, kenapa izin tempat Cilegon Vaganza diajukan Selasa (4/9/2018) dikeluarkan izin tempat oleh pengelola alun-alun Kamis (6/9/2018).

“Sebetulnya ada apa dengan pengelola alun-alun, kenapa sampai kami dibentrokkan dengan pertunjukan musik yang jelas bukan bagian dari kami,” ujarnya.

Ia menuturkan, kericuhan di lapangan juga jelas terlihat dengan adanya dua rombongan yang melaksanakan kegiatan berbeda di lokasi yang berdekatan. Menurut informasi, di Alun-alun Kota Cilegon ada dua rombongan penyelengaraan hiburan anak-anak. Menurut dia, kedua kegiatan penyelenggaraan hiburan tersebut, tidak jelas perizinannya.

“Kami meminta pihak yang berwenang menindak tegas dan membubarkan rombongan kincir putar itu secepatnya, bahkan jika memang kegiatan Cilegon Vaganza juga tidak memiliki izin keramaian, mengapa ini tetap terus dibiarkan, kami meminta jangan ada dusta di antara kita,” ucapnya.

Pria yang akrab dipanggil Alex tersebut mengatakan, bahwa lahan PT Krakatau Steel sebelah alun-alun tersebut sebelumnya, adalah lapangan sepakbola. Bahkan, sebelum alun-alun selesai warga Ramanuju sudah meminta ke pihak KS untuk kembali membuat sarana olah raga masyarakat.

“Alun-alun ini sudah ada stan kuliner di dalamnya, tapi kenapa ada juga pedagang liar di lahan KS. Ini jelas membuat pemandangan terlihat acak dan semrawut,” tuturnya. Ia meminta PT KS, untuk segera merealisasikan rencana pembuatan sarana olah raga masyarakat di lapangan tersebut. (HS)*


Sekilas Info

Kejari Kota Cilegon Tangani 3 Kasus Korupsi

CILEGON, (KB).- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cilegon menangani 3 kasus korupsi selama 2018, di Lingkungan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *