Sabtu, 20 Oktober 2018
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Cilegon, Agus Winarto memperlihatkan paspor LOK, di sela-sela konferensi pers di Kantor Imigrasi Kelas II Cilegon, Selasa (10/4/2018). Tampak di belakang Agus, LOK selaku GM PT Dongjin Indonesia berdiri membelakangi kerumunan media.*

GM tak Kantongi IMTA, Disnaker Panggil Manajemen PT Dongjin Indonesia

CILEGON, (KB).- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon memanggil Manajemen PT Dong Jin Indonesia. Kabarnya, surat pemanggilan telah dilayangkan Disnaker, Rabu (11/4/2018). Surat panggilan tersebut, bernomor 560/471/PP NAKER/2018 tentang Klarifikasi Keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA).

Dalam surat yang ditandatangani Kepala Disnaker Kota Cilegon, Buchori, disebutkan, pemanggilan Manajemen PT Dong Jin untuk meminta penjelasan terkait General Manager (GM) PT Dongjin Indonesia berinsial LOK (53), warga Korea Selatan yang dipekerjakan tanpa dilengkapi izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA).

Diketahui sebelumnya, LOK ditangkap Kantor Imigrasi Kelas II Cilegon di Kantor PT Dongjin Indonesia, Jalan Raya Anyer Km 123, Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kamis (5/4/2018). Penangkapan dilakukan, karena LOK selaku GM di perusahaan kimia tersebut, bekerja dengan visa on travel atau visa wisata.

Informasi lain yang berhasil didapatkan Kabar Banten dari Disnaker Kota Cilegon dan Kantor Imigrasi Kelas II Cilegon, LOK sebelumnya menjabat Production Engineering di perusahaan tersebut. Namun, kontrak LOK yang telah bekerja sejak 2013 tersebut, berakhir pada Maret 2017.

Alih-alih dikembalikan ke negara asalnya, LOK justru diminta untuk meneruskan pekerjaannya. Saat itu, IMTA LOK masih berlaku hingga Sabtu (10/2/2018), di mana izin LOK untuk bekerja di Cilegon dan Jakarta Barat.

Pada Desember 2017, LOK diketahui sempat pulang ke negara asalnya. Namun, pada Maret 2018, LOK kembali ke PT Dongjin Indonesia dan menjalani karier sebagai GM. Namun, PT Dongjin Indonesia tidak membekali LOK dengan surat-surat lengkap. Pihak perusahaan tidak membuatkan IMTA untuk LOK, dia hanya dibekali visa on travel atau visa wisata.

Kepala Disnaker Kota Cilegon, Buchori saat dimintai tanggapannya, mengapresiasi ketegasan Kantor Imigrasi Kelas II Cilegon. Namun, dia menolak dikatakan kecolongan atas temuan Kantor Imigrasi. “Tidak ada istilah kecolongan, karena Disnaker dan Kantor Imigrasi pada dasarnya bahu-membahu dalam segi pengawasan,” katanya.

Menurut dia, pihak perusahaan salah besar, karena mempekerjakan LOK tanpa dilengkapi IMTA. Oleh karena itu, pihaknya memanggil pihak manajemen untuk klarifikasi. (AH)*


Sekilas Info

Tekan Angka Pengangguran, Pemkot Cilegon Siap Fasilitasi Pekerja Non Formal

CILEGON, (KB).- Kepala Bagian Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon Bayu Panatagama, mengatakan, guna menekan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *