Gizi Buruk di Kota Serang Capai 101 Kasus

Wali Kota Serang Syafrudin saat meninjau Puskesmas Kilasah, Kota Serang, Selasa (11/2/2020).*

SERANG, (KB).- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang mencatat kasus gizi buruk di Kota Serang mencapai 101 kasus. Jumlah tersebut terhitung mulai akhir 2019 hingga Januari 2020. Hal tersebut, diakibatkan oleh perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang masih minim dalam masyarakat, sehingga kasus gizi buruk terus terjadi dan cenderung meningkat.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kota Serang Lenny Suryani mengatakan, kasus gizi buruk tersebut, merupakan pendataan yang dilakukan pada akhir 2019. Sementara, kasus tersebut paling banyak berada di Kecamatan Kasemen, hal tersebut karena tingkat PHBS yang masih minim.

“Memang kasus ini cukup banyak, tapi kalau dibandingkan tahun sebelumnya ini lebih rendah. Sementara, gizi buruk paling banyak di Kecamatan Kasemen, ini merupakan pekerjaan rumah (PR) bersama. Kemudian, tingkat PHBS di sana (Kasemen) juga masih sangat rendah,” katanya, Selasa (11/2/2020).

Ia menjelaskan, dari total 101 kasus gizi buruk, pihaknya telah melakukan intervensi dengan menaikkan berat badan penderita gizi buruk. Hingga kini yang tersisa masih 76 kasus yang perlu ditangani.

“Kemarin juga ada di Puskesmas Banjar Agung, tapi sudah kami intervensi dengan penanganan dari ahli gizi. Mudah-mudahan tahun ini bisa kami intervensi yang 76 itu,” ujarnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya memberikan makanan tambahan yang merupakan bantuan dari pusat maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Serang. Kemudian, pembuatan pos gizi dan pelatih gizi untuk penanganan gizi buruk.

“Kami tidak tinggal diam, jadi bukan hanya penanganan, tapi juga lakukan pencegahan dengan pelatihan ke kader-kader,” ucapnya.

Kepala Puskesmas Kilasah, Kecamatan Kasemen Teti Mulyati menuturkan, jumlah kasus gizi buruk di wilayahnya mencapai sembilan kasus. Hingga kini, pihaknya telah intervensi terhadap tiga kasus dan masih menyisakan enam kasus lainnya.

“Sisanya itu ada enam, tapi empat di antaranya, karena ada penyakit penyerta yang menyebabkan gizi buruk. Sementara, dua lainnya itu murni karena gizi buruk,” tuturnya seusai Lokakarya Mini Lintas Sektoral Tribulanan, di Puskesmas Kilasah, Selasa (11/2/2020).

Pihaknya telah melakukan sejumlah upaya untuk penanganan tersebut, seperti pemberian makanan tambahan di Posyandu dan beberapa pananganan langsung.

“Setiap Posyandu kami berikan tambahan makanan untuk bayi-bayi yang dibawa ke Posyandu. Ini diberikan dari pusat, provinsi maupun Pemkot Serang dalam bentuk biskuit,” katanya.

Sementara, Wali Kota Serang Syafrudin yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, kedatangannya untuk memastikan pelayanan dalam Puskesmas Kilasah. Baik untuk pelayanan umum maupun gizi buruk yang terus diintervensi, agar lebih sehat.

“Alhamdulillah pelayanannya berjalan semua, baik persalinan 24 jam, dokter gigi maupun rawat inap,” ujarnya.

Sementara itu, untuk gizi buruk yang menyisakan empat kasus, dia berharap, agar Puskesmas dapat mengintervensi semuanya pada tahun ini, sehingga tidak ada lagi kasus gizi buruk di wilayah Kecamatan Kasemen.

“Mudah-mudahan 2020 sudah selesai (gizi buruk) dan kami juga akan mengunjungi Puskesmas lainnya, untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan lancar,” ucapnya. (Rizki Putri/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here