Gigit Bocah 5 Tahun, Monyet Ekor Panjang Diserahkan ke BKSDA

Petugas Badan Konservasi Sumber Daya Alam Seksi Konservasi Jawa Barat Wilayah I Serang saat mengamankan monyet ekor panjang yang menyerang warga di Kawasan Pelabuhan Perikanan, Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa (21/5/2019).*

SEORANG anak berusia lima tahun di Kampung Baru Bugis, Karangantu, Kota Serang diserang seekor monyet ekor panjang peliharaan warga sekitar. Akibatnya, bocah tersebut, terluka dan harus mendapatkan sejumlah jahitan.

Korban terkena cakaran dan gigitan pada bagian kepala, tangan, dan kaki dengan luka yang cukup dalam. Beruntung, monyet tersebut, tidak ada indikasi rabies. Akibat peristiwa tersebut, pemilik menyerahkan monyetnya ke Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Jawa Barat Wilayah I Serang, Selasa (21/5/2019).

“Kami langsung melakukan karantina dan observasi selama 14 hari. Namun, berdasarkan hasil observasi monyet tersebut, tidak ada indikasi rabies, seperti takut air dan peka terhadap cahaya,” kata Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Hewan dan Veteriner (Kesmavet) Dinas Pertanian Kota Serang Dr Ratna Suryaningrum.

Ia menuturkan, informasi kejadian penggigitan tersebut, diterima pada Ahad (5/5/2019.) Kemudian, pihaknya kembali melaporkan BKSDA Seksi Konservasi Jawa Barat Wilayah I Serang untuk penanganan lebih lanjut.

“Jadi, hari ini Selasa (21/5/2019), kami bersama pemilik menyerahkan hewan tersebut kepada BKSDA. Karena, khawatir monyet ini akan kembali agresif dan menyerang orang lain,” ujarnya.

Saat proses karantina, monyet ekor panjang tersebut, juga diberikan vaksin dan suntik rabies serta hepatitis B atau suntik standar lengkap. “Sudah kami vaksin dan berikan suntik rabies dan hepatitis. Tapi, memang monyet ekor panjang ini terlihat sehat dan tidak ada penyakit lain,” ucapnya.

Sementara, Kepala BKSDA Seksi Konservasi Jawa Barat Wilayah I Serang Andre Ginson menuturkan, monyet ekor panjang yang diserahkan tersebut, akan dilepasliarkan di Cagar Alam Gunung Tukung Gede, Kampung Peninjauan, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Serang.

“Monyet ekor panjang ini kan sudah dikarantina dan sudah melalui vaksin serta suntik standar lengkap. Jadi, pihak kami akan melepasliarkannya yang jauh dari permukiman penduduk. Karena, khawatir juga ini akan kembali menyerang warga, jadi kami lepas diblok berbeda atau area tertentu,” tuturnya.

Sementara, pemilik monyet ekor panjang Godang menuturkan, monyet tersebut agresif, karena melihat orang baru dan merasa terganggu.

“Biasa anak-anak suka menggoda, jadi tidak merasa nyaman dan kebetulan anak ini baru dilihatnya, jadi menyerang,” katanya. Monyet tersebut, didapatkannya dari Pasar Taman Sari, Kota Serang saat masih kecil.

“Saya beli di pasar sana (Taman Sari) dari masih kecil sampai sekarang berusia sekitar tujuh tahun. Tapi, karena sudah begini, ya tidak apa-apa dibawa saja,” ujarnya. (Rizki Putri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here