Jumat, 22 Juni 2018

GERAKAN LIMA PASTI UMROH

Animo masyarakat di Provinsi Banten untuk melaksanakan ibadah umrah dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Seperti pada tahun 2017 tercatat kurang lebih 12.000 orang yang melaksanakan ibadah umroh. Rata-rata setiap bulan ada sekitar 1.300 jemaah umrah berangkat ke Saudi Arabia. Jemaah ini berangkat dengan 67 unit travel umroh atau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Jumlah jemaah umroh ini diprediksi semakin banyak pada selama bulan puasa, awal Idul Fitri, dan hari-hari besar keagamaan Islam lainnya, serta hari libur sekolah.

Namun akhir-akhir ini Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umroh dikagetkan dengan adanya PPIU yang melakukan indikasi penipuan dan penelantaran jemaah umroh (sebut saja; Fist Tour & Travel, Hannien Tour & Travel, Solusi Balad Lumampah Tur & Travel, Abutour dll), sehingga jemaah umroh yang sudah mendaftar dan sudah melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Umroh/menyerahkan uangke pihak travel, gagal berangkat ibadah umroh ke tanah suci. Untuk itu, kita berharap masyarakat berhati-hati dalam memilih travel umrah. ”Supaya aman, jangan sungkan-sungkan mencari informasi di Kementerian Agama terkait dengan travel umrah mana saja yang rekam jejaknya baik, aman, dan terpercaya, atau bisa dicari di Program Aplikasi “UMROH CERDAS” yang kontennya meliputi keberangkatan, penyelenggaraan, pengaduan, peta, doa manasik, regulasi, info kesehatan, info lainya, dan login.

Kementerian Agama dalam hal ini Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) terus berusaha memberikan pelayanan yang baik, termasuk di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten dalam hal ini Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh. Untuk tujuan itu, Ditjen PHU membuat terobosan baru yang diberi nama “Gerakan Lima Pasti Umroh”. Gerakan Lima Pasti Umroh ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di bidang penyelenggaraan ibadah  umrah yang sudah diluncurkan langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Auditorium HM Rasjidi, Thamrin, Jakarta pada tahun 2015.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk berangkat ibadah umroh masyarakat harus memastikan lima pasti umroh agar terhindar dari hal-hal yang merugikan.

Pertama, pastikan biro travel yang melaksanakan ibadah umroh memiliki izin oprasional resmi dari Kementerian Agama. Biro travel resmi dapat dicek di website resmi/Umroh Cerdas Kementerian Agama.

Kedua, pastikan jadwal keberangkatan dan kepulangannya, selain itu jemaah juga harus memastikan maskapai penerbangan dan rute penerbangannya. Terkait pelayanan transportasi jemaah umroh paling banyak 1 kali transit dengan menggunakan maskapai penerbangan yang sama dan memiliki izin mendarat di Indonesia dan Arab Saudi.

Ketiga, pastikan harga dan paket yang layanan yang ditawarkan, jemaah harus memastikan hak-hak mereka sebagai calon jemaah terpenuhi, seperti akomodasi dan konsumsi, kesehatan, perlindungan jemaah, transportasi, /bimbingan ibadah umroh/manasik umroh, administrasi dan dokumentasiserta asuransi (kesehatan dan kecelakaan).

Terkait dengan pembimbing ibadah wajib memiliki standar kompetensi meliputi pengetahuan di bidang manasik haji/umroh dan telah melaksanakan ibadah haji/umroh. Sedangkan pelayanan kesehatan meliputi penyediaan petugas kesehatan dan penyediaan obat-obatan, termasuk jemaah umroh sudah dipastikan melakukan vaksinasi meningitis.

Adapun pelayanan konsumsi harus memenuhi standar menu, higienis dan kesehatan. Transportasi darat selama di Saudi Arabia wajib memiliki tasreh/izin untuk pelayanan umroh. Pelayanan perlindungan jemaah umroh dan petugas umroh wajib dilakukan oleh PPIU meliputi asuransi jiwa, kesehatan, dan kecelakaan, pengurusan dokumen jemaah yang hilang selama perjalanan ibadah dan pengurusan jemaah yang meninggal sebelum tiba kembali di tempat domisili.

Keempat, pastikan hotel dan wilayah mana lokasi penginapan, pastikan jarak penginapan tidak terlalu jauh dari Masjidil Harom di Kota Mekah dan Masjid Nabawi di Kota Madinah. Terkait dengan hotel/pelayanan akomodasi wajib dilakukan oleh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU)  dengan menempatkan jemaah pada hotel minimal bintang 3.

Kelima, pastikan visanya dan sudah diterima dua tiga hari sebelum keberangkatan. Kementerian Agama akan terus sosialisasi terkait dengan Gerakan Lima Pasti Umroh, selain itu juga melakukan penandatanganan pedoman kerja tentang penegakan hukum terhadap PPIU dan PIHK dengan pihak kepolisian. Semoga masyarakat bisa lebih berhati-hati dan cerdas dalam memilih PPIU dan PIHK dalam melaksanakan ibadah umroh dan haji khusus. (H. Deni Rusli / Kepala Seksi Pembinaan Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Prov. Banten)*


Sekilas Info

Menjauhi Halal bi (Haram)

Ba’da perayaan idul fitri, masyarakat kita selalu melengkapi silaturahminya dengan acara halal bi halal. Jenis …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *