Generasi Muda Harus Siap Hadapi Bonus Demografi

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Aan Jumhana Mulyana saat menyampaikan materi 'Penyiapan Remaja Sebagai SDM Berkualitas di Era Bonus Demografi dan Revolusi Industri 4.0 di Provinsi Banten', di Auditorium Unsera, Selasa (29/10/2019).*

SERANG, (KB).- Generasi muda diharapkan dapat memanfaatkan bonus demografi yang puncaknya pada 2035. Oleh karena itu, bonus demografi harus dimaknai dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul, agar bonus tersebut menjadi manfaat untuk kesejahteraan.

Hal tersebut dikatakan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten Drs Aan Jumhana Mulyana M.Si pada seminar “Penyiapan Remaja sebagai SDM berkualitas di Era Bonus Demografi dan Revolusi Industri 4.0 di Provinsi Banten” yang diselenggarakan BKKBN bersama Cable News Network (CNN) Indonesia, di Universitas Serang Raya (Unsera), Selasa (29/10/2019).

Aan mengatakan, kualitas SDM yang dibangun untuk kemajuan bangsa ditentukan 3 faktor yakni program keluarga berencana, kesehatan dan pendidikan.

“Kami ingin generasi muda dan orangtua memahami program keluarga berencana. Ini menjadi bonus demografi yang akan dimanfaatkan sebagai kesejahteraan masyarakat Indonesia. BKKBN telah mempromosikan program generasi berencana (Genre) dengan memfokuskan kepada pencegahan nikah dini, penyiapan life skills dan pencegahan penyalahgunaan nafza,” ujar Aan.

Sementara itu, Rektor Unsera Hamdan, mengajak mahasiswa untuk menjadi SDM yang berkualitas serta dapat berkontribusi untuk pembangunan di Banten. Mahasiswa juga harus memiliki keterampilan dan berinovasi untuk menghadapi era industri 4.0 serta dapat bersaing secara global.

“Kegiatan tersebut juga untuk mengajak mahasiswa menghindari nikah dini, serta menyiapkan life skills. Karena itu dapat menumbuhkan manusia yang berkualitas,” tuturnya. (DE/KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here