Gempa Rusak Ratusan Rumah, Empat Orang Meninggal Dunia

SERANG,(KB).- Sekitar ratusan rumah di beberapa daerah mengalami kerusakan akibat gempa bumi 6,9 skala richter yang berpusat di Sumur, Kabupaten Pandeglang, Jumat (2/8/2019) sekitar pukul 19.03 WIB. Getaran kuat yang mengguncang Banten tersebut menelan empat korban jiwa akibat kelelahan saat mengevakuasi diri dan terkena serangan jantung.

Berdasarkan data yang dihimpun Kabar Banten, enam desa di empat kecamatan di Kabupaten Serang terdampak gempa bumi. Di wilayah tersebut, sejumlah bangunan rusak yang terdiri atas satu rumah rusak sedang di Kampung Pasir Kadu RT 01/RW 01 Desa Sangiang, Kecamatan Pamarayan, satu penggilingan padi rusak ringan di Kampung Pamanuk RT 08/RW 04 Desa Pamanuk Kecamatan Carenang.

Kemudian, satu pondok pesantren Nurul Fikri rusak ringan di Kampung Cihideung, Desa Bantarwaru, Kecamatan Cinangka, satu rumah rusak ringan di Kampung Bunut RT 004/RW 001 Desa Cikolelet Kecamatan Cinangka, dan dua rumah rusak ringan di Kampung Kadu Tomo, Desa Lubang Baros, Kecamatan Cinangka.

Selanjutnya, satu rumah rusak ringan di Kampung Bojongneros RT 002/RW 003, Desa Panosogan Kecamatan Cikeusal. “Saat ini kondisi rumah masih ditempati oleh pemilik,” ujar Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Serang Jhony E Wangga, Sabtu (3/8/2019).

Dia mengatakan, jarak Kabupaten Serang dengan pusat gempa di Sumur Kabupaten Pandeglang sekitar 147 kilometer. Namun akibat peristiwa itu, empat kecamatan turut merasakan dampaknya. “Kami masih terus melakukan pendataan untuk mengetahui perkembangan dampak gempa tersebut,” ucapnya.

Selain di Kabupaten Serang, kerusakan parah dan korban jiwa terjadi di Kabupaten Pandeglang atau wilayah dekat pusat gempa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat merilis kerusakan, yang terdiri atas 148 unit rumah, empat bangunan sekolah, tiga sarana ibadah, dan satu pondok pesantren.

“Saat terjadi gempa, terdapat seorang meninggal dunia yang terdampak langsung. Akan tetapi, terdapat dua orang lagi yang meninggal pascagempa. Ketiga korban tersebut meninggal tidak terdampak langsung gempa. Namun ketika terjadi gempa, korban mengevakuasi diri dan mengalami kelelahan, sehingga meninggal dunia. Sementara seorang lainnya meninggal akibat serangan jantung pasca terjadi gempa,” ucap Kepala BNPB Doni Monardo saat mendampingi Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita membantu para korban bencana gempa bumi, Sabtu (3/8/2019).

Dia mengatakan, pihaknya tetap akan membantu seluruh korban, baik membantu secara material maupun moril. Selain itu, dia menginginkan adanya pelatihan mitigasi bencana secara berkala.

“Sudah saya tanyakan langsung kepada para korban, katanya belum ada pelatihan mitigasi bencana. Maka, dari saya ingin setelah ini ada pelatihan di sekolah-sekolah juga masyarakat. Kalau kemarin ada Tagana masuk sekolah, itu hanya fokus di wilayah pesisir saja,” ucapnya.

Tak separah Lombok

Namun, dia mengaku heran karena dengan pemutakhiran magnitude 6,9 skala richter, tidak separah dengan di Lombok. “Saya sempat heran, di Lombok itu tidak sampai 6,9 SR, tapi rusaknya sangat dahsyat. Sedangkan di Pandeglang ini 7,4 SR dan kemudian dimutakhirkan jadi 6,9 SR, tidak separah itu. Kita patut bersyukur,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan, pihaknya akan membantu apa yang dibutuhkan masyarakat yang terkena dampak. Oleh karenanya, ia meninjau secara langsung kondisi korban.

“Saya akan bantu sesuai apa yang dibutuhkan masyarakat, saya bisa bantu bagian apanya. Dapur umum atau mungkin tenda untuk rumahnya yang hancur, kemudian juga ada yang meninggal, kami akan bantu,” ucapnya.

Untuk penanganan korban meninggal dunia, dia akan tetap membantu. Sebab dalam kondisi tersebut sangat berkaitan. “Semua korban akan kami bantu. Itu yang tiga orang meninggal dunia, akan kami bantu juga. Bahkan lebih dari tiga pun, kami siap membantu. Kondisinya seperti ini perlu kita bantu,” ujarnya.

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, pihaknya akan lebih intens untuk bisa melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dengan adanya dukungan BNPB. Sebab, Pandeglang merupakan rawan dilanda bencana, khususnya gempa bumi dan tsunami.”Tapi dengan kehadiran BNPB, semangat kami makin tinggi untuk bisa melakukan sosialisasi dan edukasi apabila ada bencana,” ucapnya.

Bukan hanya di Kabupaten Pandeglang, gempa bumi juga membuat seorang warga di Kabupaten Lebak terkena serangan jantung dan akhirnya meninggal dunia yaitu Rasinah, warga Cilangkahan Peucangpari RT/RW 03/01 Desa Peucangpari Kecamatan Cigemblong. Almarhum yang berstatus janda anak satu, telah dikebumikan Sabtu sekitar pukul 10.00 WIB.

Kepala Desa Peucangpari, Kecamatan Cigemblong, Sarhanah mengatakan, korban meninggal dunia dalam kejadian gempa. “Dari informasi, saat gempa mengguncang, Rasinah dan ribuan warga lainnya ke luar rumah. Saat kembali ke rumah, tiba-tiba jatuh dan akhirnya meninggal dunia,” katanya.

Sarhanah mengatakan, Rasinah meninggal dunia diduga akibat terkena serangan jantung saat gempa terjadi.”Ya, kemungkinan karena serangan jantung. Rasinah meninggalkan seorang anak berusia sekitar 12 tahun yakni M Raslan,” ujarnya.

Sarhanah menuturkan, bantuan terhadap korban dari pemerintah telah disalurkan sebelum prosesi pemakaman. Bukan hanya menelan korban jiwa, gempa bumi juga membuat bangunan dan rumah warga di beberapa wilayah di Kabupaten Lebak mengalami kerusakan.

Di Desa Senanghati dan Desa Pagelaran Kecamatan Malingping, tiga rumah pada bagian dapurnya ambruk. Ketiga rumah itu masing-masing milik Sa’i (56) warga Kampung Citando RT/RW 003/001, Munah (36) warga Kampung Citando RT/RW 010/004 Desa Senanghati dan Juhariyah (51) warga Kampung Sukasari RT/RW 02/04 Desa Cilangkahan, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak.

Plh Camat Malingping Abdul Hamid mengatakan, gempa M 6,9 membuat ribuan warga panik dan mengungsi. Selain itu, tiga rumah rusak terutama bagian dapurnya ambruk.

“Ya betul, berdasarkan laporan dari pemerintah desa dan peninjauan langsung ada sebanyak tiga rumah yang dapur rumahnya ambruk,” ucap Abdul Hamid didampingi Kepala sub bagian (Kasubag) Pelayanan Umum (Pelum) pada kantor Kecamatan Malingping Yusup Atori.

Kerusakan yang terjadi pada ketiga rumah tersebut, kata dia, kategori rusak dan sedang. “Sesuai hasil pengecekan, yang ambruk bagian dapur rumahnya. Untuk rumah tempat tinggalnya alhamdulillah tidak mengalami kerusakan,” tuturnya. (Tim Kabar Banten)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here