Gemerlap Malam di Alun-alun Kota Serang, Tempat Favorit Pacaran dan Pesta Miras

Provinsi Banten dikenal sebagai daerah religius. Termasuk di jantung ibu kota yakni Kota Serang. Namun julukan tersebut seringkali tercoreng dengan perilaku yang melampaui norma masyarakat dan agama. Salah satunya dikalangan kaum muda. Kini remaja itu tidak malu lagi berpacaran di tempat umum bahkan berbuat mesum. Ramainya anak baru gede (ABG) berpacaran di Alun-alun Timur Kota Serang pada Sabtu (14/10/2017) malam membuat mereka tidak sungkan untuk memadu kasih sekalipun menjadi perhatiaan orang.

Sekitar pukul 21.00 Kabar Banten sengaja menyambangi Alun-alun Timur yang berlokasi di Jalan Yusuf Martadilaga, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Serang. Berdasarkan pantauan, para pengunjung disuguhkan dengan pemandangan mencengangkan. Hampir disetiap sudut atau bahkan di jalan alun-alun disesaki oleh ratusan ABG. Umumnya mereka adalah pasangan yang sengaja berpacaran di lokasi tersebut.  Tak jauh dari toilet atau dari monumen perjuangan masyarakat Banten, sekitar 8 ABG tampak asyik mengobrol dengan posisi duduk melingkar. Mereka mengobrol sambil merokok dan menenggak minuman keras (miras). Tampak dari 8 ABG tersebut ada remaja putri yang juga ikut bergabung. “Pantas bau miras, ada yang minum rupanya (nenggak miras),” ujar seorang pengunjung.

Tak jauh dari lokasi itu, pengunjung kembali melihat dengan percekcokan sepasang ABG. Keduanya saling beradu argumen. Karena terus marah-marah, remaja putri yang menangis itu pun dipeluk oleh seorang lelaki. Keduanya pun sempat menjadi perhatian pengunjung dan terlihat acuh. “Lihat tuh ada yang pelukan,” kata pengunjung lainnya. Di lokasi lain, yakni di dekat lapangan yang dijadikan tempat olah raga futsal dan basket ada empat ABG yang menarik perhatian. Sebab, dua di antara mereka terlihat batuk-batuk setelah menghisap rokok yang dia bakar.  Saat menemui keempatnya, dua di antaranya mereka memilih kabur dan membuang rokoknya. Sedangkan dua lainnya tidak beranjak. “Sudah biasa kalau malam Minggu main ke sini. Biasanya saya ramean ke sini,” ujar RF murid kelas V SD ini.

Dengan mengenakan kaus merah dan celana jeans warna biru, anak berusia 12 tahun ini mengaku telah meminta izin kepada orangtuanya pergi ke alun-alun. Dia mengatakan akan pulang sekitar pukul 22.00. “Enggak sampai larut, jam 10 sudah pulang ke rumah di Secang. Sudah izin (pergi ke alun-alun),” katanya. Kondisi alun-alun yang dijadikan tempat pacaran ABG disesalkan oleh pengunjung. Rizki warga Anyer, Kabupaten Serang ini mengaku prihatin. Dia menyayangkan alun-alun yang biasa dijadikan rekreasi bersama keluarga dijadikan tempat pacaran oleh ABG. “Enggak pantas saja ini kan tempat umum. Harusnya mereka ini (ABG) diperhatikan sama orangtuanya, bukannya pacaran di sini. Apalagi kalau saya lihat mereka ini ada yang pacaran sudah kelewat batas, kan ada anak-anak kecil juga di sini. Gimana kalau mereka ngeliat?,” ucap Rezki.

Menurut dia, tingkah ABG tersebut perlu ditertibkan. Sebab kalau tidak ditertibkan akan mencoreng nama Kota Serang dan terjadi pembiaran terhadap perusakan moral generasi penerus. “Ini sudah parah (alun-alun), mana tempatnya gelap lagi. Seharusnya dibubarkan saja mereka ini, suruh pulang,” ucapnya. Petugas dari Satuan Tugas (Satgas) Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Serang A. Suhendi tidak bisa berbuat banyak menertibkan para ABG yang berpacaran. Mereka hanya diberi tugas untuk menertibkan pengunjung yang membuat onar, mabuk-mabukan, merusak taman dan pedagang di dalam alun-alun. “Kalau pacaran enggak bisa, kecuali kalau mereka sudah berbuat mesum baru kita suruh pulang. Di sini juga ada batas waktunya jam 11 malam sudah enggak boleh lagi nongkrong atau ada kegiatan di sini,” tuturnya.

Panit satu Turjawali Sabhara Polda Banten, menggeledah pengunjung saat menggelar patroli di Alun-alun Timur, Kota Serang, Sabtu (14/10/2017) malam. Dari hasil partoli tersebut, petugas berhasil mengamankan berbagai jenis minuman keras dari sejumlah pengunjung.*

Dia mengatakan, setiap harinya ada enam personel satgas yang berjaga. Keenamnya tidak bekerja secara penuh melainkan bergantian. Selain mengamankan Alun-alun Timur, satgas tersebut juga mengamankan Alun-alun Barat milik Pemkab Serang. “Kalau petugas ada 16 orang. Kita jaga di sini sama Alun-alun Barat,” ucapnya. Selama bertugas, dia mengungkapkan pernah dikeroyok pengunjung yang enggan disuruh pulang saat membuat onar. Malah mengajak berkelahi. “Dulu ada yang saya pukul karena dia pukul saya. Mungkin dianya lagi mabuk saya suruh pulang enggak mau. Malah saya dikeroyok sama pacarnya,” katanya. Dia menuturkan, Alun-alun timur dan Barat saat ini sudah disterilkan dari pemuda dan pemudi yang berkumpul sambil mengisap shisha (rokok) setelah sempat terjadi perkelahian. “Sekarang sudah enggak boleh lagi. Dulu ada yang meninggal setelah berantem dipukul pakai botol,” tuturnya.(FI)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here