Sabtu, 17 November 2018

Geliat Ekonomi di Perdesaan

Dana desa dari pemerintah diyakini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat perdesaan. Sebab, sebagian besar pertumbuhan ekonomi desa menggeliat, karena akses lalu lintas berjalan lancar setelah dibangunnya infrastruktur menggunakan dana desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lebak, Rusito mengatakan, penggunaan dana desa yang diprioritaskan pembangunan infrastruktur dapat mendorong kemajuan pertumbuhan ekonomi masyarakat perdesaan. Saat ini, pelaku-pelaku usaha kecil di Lebak tumbuh dan berkembang.

“Sebab, mereka memasarkan produk kerajinan maupun hasil pertanian dan perkebunan ke luar daerah begitu mudah. Selain itu juga dapat menekan biaya transportasi. Kami yakin penggunaan dana desa sejak tiga tahun terakhir dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, penggunaan dana desa (DD) dan dana alokasi desa (ADD) tahun 2018 naik hingga Rp 406 miliar.
Penggunaan dana desa direalisasikan untuk pembangunan infrastruktur, di antaranya jalan desa, jalan lingkungan, jembatan, MCK, drainase dan penahan longsor. Begitu juga digunakan untuk honorer tenaga aparatur pemerintahan desa dan honor guru PAUD.

Saat ini, ruas jalan desa di Kabupaten Lebak kondisinya cukup baik dan bisa dilintasi roda empat. Karena itu, kegiatan ekonomi masyarakat perdesaan bisa dilakukan selama 24 jam. “Kami berharap penggunaan dana desa dapat meningkatkan pendapatan ekonomi juga kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Kadu Rahayu, Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak, Asma Sutisna mengatakan, selama ini pembangunan infrastruktur di wilayahnya begitu pesat melalui anggaran dana desa. Manfaat dana desa juga membuka desa-desa terisolir, di antaranya Desa Kadurahayu. “Kami mengapresiasi dana desa secara langsung mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Menurutnya, Camat Cibadak Kabupaten Lebak Rahmat mengatakan, penggunaan DD dan ADD di wilayahnya masuk kategori luar biasa karena membebaskan desa tertinggal juga kegiatan ekonomi masyarakat tumbuh dan mampu mengendalikan kemiskinan.

Pengalokasian DD, ADD dan dana bagi hasil (DBH) di wilayahnya di 15 menerima anggaran sekitar Rp16,368 miliar. “Kami sangat membutuhkan dana desa karena jika mengandalkan dari pemerintah daerah anggarannya terbatas,” tuturnya. (Lugay)*


Sekilas Info

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng RS Drajat Prawiranegara

SERANG, (KB).- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Serang terus memperluas kemitraan dengan sejumlah rumah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *