Gelar Wisuda Ke-11, Uniba Telah Hasilkan 6.040 Lulusan

Rektor Universitas Bina Bangsa Furtasan Ali Yusuf saat memberi sambutan pada acara wisuda XI Universitas Bina Bangsa di salah satu hotel di Kota Cilegon, Sabtu (23/11/2019).*

CILEGON, (KB).- Universitas Bina Bangsa (Uniba) menggelar wisuda XI tahun 2019, di Convention Hall Hotel The Royale Krakatau, Kota Cilegon, Sabtu (23/11/2019). Dengan mengangkat tema “Melalui Peran Nyata Uniba Pada Era Revolusi Industri 4.0 Sebagai Problem Solver Untuk Bangun Bangsa”, wisuda kali ini dibagi dalam dua sesi yakni pagi dan sore yang diikuti 1.019 wisudawan. Hadir pada wisuda tersebut Kepala LL Dikti Wilayah IV Jabar-Banten Prof. H. Uman Suherman AS.M.Pd.

“Wisudawan itu terdiri atas Fakultas Ekonomi dan Bisnis yakni 747 mahasiswa Program Studi Manajemen dan 272 mahasiswa Program Studi Akuntansi. Sehingga total alumni sampai wisuda sarjana ke-11 ini berjumlah 6.040 lulusan. Semua alumni telah bekerja di berbagai bidang pekerjaan dan telah memberikan kontribusi yang besar terhadap pembangunan bangsa khususnya di Provinsi Banten,” kata Rektor Uniba Furtasan Ali Yusuf.

Dia mengatakan, gambaran wisudawan yang telah dinyatakan lulus dari 1.019 wisudawan Program Sarjana, yaitu 72 wisudawan atau 6,97% memperoleh predikat memuaskan, 505 wisudawan atau 49,61% memperoleh predikat sangat memuaskan dan 442 wisudawan atau 43,42% memperoleh predikat dengan pujian (cumlaude). Dengan perubahan iptek yang semakin cepat, kata dia, secara siklus selalu terjadi perpindahan (switching) pandangan dunia lama ke pandangan dunia baru.

‚ÄĚKini kita memasuki era Revolusi Industri 4.0 dengan ciri-ciri serba internet (internet of things), keterhubungan, jaringan, artificial intellegence, machine learning, kecepatan, serba digital, dan matinya tren (trend break) yang terjadi dengan cepatnya,” ujarnya.

Semua itu, kata dia, menuntut inovasi-inovasi yang berkelanjutan dan juga menuntut jejaring, kerja sama seluas-luasnya, dengan jejaring di dalam dan luar negeri agar Uniba tetap eksis, relevan dan tetap survive dan tidak memfosil atau menjadi fosil yang terlupakan oleh sejarah.

“Tuntutan-tuntutan menantang inilah yang kini terus dikejar. Uniba misalnya, akan menerapkan penganggaran dan perencanaan berbasis akreditasi. Artinya, seluruh anggaran dan perencanaan diarahkan untuk memenuhi tujuan-tujuan akreditasi. Akreditasi adalah ukuran standar nasional di bidang pendidikan yang mengakui terpenuhinya standar-satandar yang telah ditentukan,” tuturnya. (SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here