Gelar Seminar Muslimah Enterpreuner, MUI Banten Harap Ekonomi Meningkat

Suasana seminar muslimah enterpreuner dengan tema "Perkuat Wirausaha Berbasis Syariah", di Aula MUI Banten, KP3B, Kota Serang, Kamis (19/12/2019).*

SERANG, (KB).- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten menggelar seminar untuk muslimah enterpreuner dengan tema “Perkuat Wirausaha Berbasis Syariah” dengan harapan dapat meningkatkan ekonomi Banten lewat pengusaha wanita, di Aula MUI Banten, Curug, Kota Serang, Kamis (19/12/2019).

Ketua Umum MUI Banten KH AM Romly mengatakan, acara ini digelar berdasarkan bagian dari program MUI Banten bidang komisi pemberdayaan ekonomi, sebagai kegiatan yang dilaksanakan untuk ingkobasi bisnis syariah.

“Ini merupakan langkah-langkah kecil yang digerakan oleh MUI Banten dalam menerapkan beberapa ayat Al-quran di bidang ekonomi islam, muamalat, berbisnis syariah dan sejenisnya yang memfokuskan pada pemberdayaan wanita,” katanya kepada Kabar Banten.

Romli mengungkapkan, seminar ini diisi oleh pemateri yang sangat berkompeten dibidangannya, mulai dari guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Banten Profesor Tihami, Kepala Cabang Bank Nasional Indonesia (BNI) Syariah Kantor Cabang Pembantu (KCP) Cilegon Amiruddin Umar, dan mantan Komisaris BNI Syariah pusat Dr. Rizqullah Thohuri.

“Kami tidak bermain-main, langsung memanggil pemateri dari pakarnya. Karena kami menginginkan perubahan secara cepat diakhir tahun ini. Sehingga sebenarnya yang namanya berwirausaha dapat dipraktekan langsung bukan hanya sekadar terori. Bisa dibimbing pada UKM, UMKM, ataupun koperasi untuk menyokong dari sisi permodalan,” ucapnya.

Romli mengaku, alasannya memilih perempuan muslimah dalam berwirausaha yang difokuskan. Karena didalam ruang lingkup berorganisasi di skala kecilnya seorang wanita ialah pemegang kunci dari sisi ekonomi dalam rumah tangganya.

“Semua tahu wanita-wanita itu dari dahulu sampai sekarang sudah dimuliakan dan tangguh dari sisi apapun, begitupun persoalan ekonomi. Jadi apabila misalnya nanti seorang istri ditinggal oleh suaminya sebagai kepala keluarga itu masih bisa tetap mandiri dengan berwirausaha. Nah itukan pasti ada dampak dan efeknya bagu perekonomian skala besarnya baik Provinsi Banten maupun Negara Indonesia,” ujarnya.

Salah satu pemateri dari Bank BNI Syariah KCP Cilegon Amiruddin Umar menyampaikan, kalau perkembangan di Indonesia maupun di Banten yang terkenal sebagai Daerah Industri memang meningkat, tapi dari sudut pandang perumbuhannya melambat.

“Tapi kalau dibilang bertumbuh secara data diatas kertas 20 sampai 30 persen menurut instansi kami (BNI Syariah), karena pasti Bank mempunyai produk dari UKM atau UMKM yang disitu terdapat pekerja-pekerja yang bergantung pada prinsip syariah,” tuturnya.

Amiruddin mengungkapkan, muslimah berperan penting terhadap pencari solusi dari keterjeratan dari bidang ekonomi. Walaupun memang menurut pihaknya jenis kelamin pria masih mendominasi dalam skala besar, sedangkan wanita skup kecilnya.

“Kala pria itu berani mengambil resiko dalam persoalan ekonomi, sedangkan wanita tidak. Palingan jualan nasi uduk, gerai makanan ataupun membuka usaha butik di bidang fashion dan sejenisnya, tapi keuangan suami dikelola oleh mereka kaum wanita untuk mengurus pendidikan, sosial, dan semacamnya yang berkontribusi paling banyak. Kalau suami kan seperti investor atau pemodal utama, sedangkan wanita ibarat pengelola bahkan bisa menjelma sebagai komisaris,” katanya menambahkan. (Azzam)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here