Minggu, 19 Agustus 2018
Gubernur Banten, Wahidin Halim saat meninjau Pasar Murah Ramadan di Lapangan Masjid Al-Bantani KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Selasa (5/6/2018).*

Gelar Pasar Murah, Pemprov Banten Gelontorkan 4,5 Ton Daging Beku

SERANG, (KB).- Sebanyak 4,5 ton daging beku sudah digelontorkan dalam kegiatan pasar murah yang berlangsung di halaman Masjid Raya Albantani, KP3B, Curug, Kota Serang, Selasa (5/6/2018). Upaya itu dilakukan untuk menekan harga daging sapi segar di pasaran yang saat ini menembus Rp 120.000 per kilogram.

“Di acara ini saja ada sekitar 4,5 ton daging beku. Dari PT Indoguna 2 ton, bulog 1 ton, dan dinas ketahanan pangan 1,5 ton,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten, Babar Soeharso. Oleh karena itu, pihaknya akan terus menggelontorkan daging beku tersebut jelang lebaran. Sehingga pada akhirnya mampu menekan harga daging merah segar yang harganya biasa meroket di periode yang sama.

“Harga untuk daging sapi beku bisa Rp 70.000 per kg meski HET (harga eceran tertinggi) Rp 80.000 per kg. Daging kerbau beku Rp 75.000 per kg. Kalau daging merah segar saat ini belum melebihi Rp 120.000 per kg. Dengan daging beku diharapkan harga daging merah segar bisa normal,” ucapnya.

Babar menuturkan, secara masif pihaknya sudah mulai memperkenalkan daging beku kepada masyarakat sejak tahun kemarin. Meski awalnya kurang diminati namun saat ini sudah mulai diterima masyarakat. “Masyarakat sudah mulai mengenal daging beku. Gelontoran daging beku sejak tahun lalu itu kurang diminati, tapi sekarang mulai diterima. Terutama untuk industri olahan makanan seperti warung nasi padang dan bakso,” tuturnya.

Babar menjamin, kebijakan gelontoran daging beku akan terus konsisten karena stok komoditas tersebut sangat melimpah. Dia juga mengimbau agar rumah tangga bisa mencoba daging beku seperti yang dilakukan industri olahan makanan sebelumnya. “Stok memang melimpah. Jauh-jauh hari sudah kita siapkan. Kualitas daging beku juga sudah disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Misalnya untuk olahan rendang dan bakso. Keberlangsungan produk ada, jadi bisa diandalkan,” katanya.

Ia mengatakan, tahun ini pasar murah digelar di delapan titik atas kerja sama pemprov dan kabupaten/kota.”Kalau tahun lalu satu titik, tahun ini kita bergabung dengan Disperindag kabupaten/kota di 8 titik. Itu untuk memperbanyak frekuensi pasar murah dalam rangka mengintervensi harga. Di pasar murah kami sediakan paket kebutuhan pokok dengan rentang harga Rp 50.000 hingga Rp 75.000 per paket,” ujarnya.

Sementara, Gubernur Banten Wahidin Halim yang membuka acara tersebut kembali mengajak masyarakat untuk mulai mengembangkan komoditas cabai di rumah tangganya masing-masing. Dengan demikian, mereka bisa memenuhi kebutuhannya dan tidak kebingungan dengan kenaikan harga di pasaran. “Mulai mengembangkan cabai di rumah tangga masing-masing, menanam cabai. Kalau yang lain, daging, memang tidak punya peternakan. Mekanisme pasar selama ini masih terkontrol, kami pantau terus harga di lapangan,” ucapnya. (RI)*


Sekilas Info

Meski Sudah Tobat, Proses Hukum Ratu Kerajaan Ubur-ubur Terus Berjalan

SERANG, (KB).- Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi Komarudin mengatakan proses hukum ratu kerajaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *