GELAR ORIENTASI DEWAN HAKIM MTQ, KOTA TANGERANG SIAP NAIK KELAS

TANGERANG, (KB).- Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Tangerang menggelar kegiatan Orientasi Dewan Hakim MTQ. Tak kurang dari 50 calon Dewan Hakim MTQ Tingkat Kota Tangerang ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Ketua Harian LPTQ Kota Tangerang, Drs. K.H. Ghozali Barmawi, dalam laporannya mengatakan kegiatan ini mengusung tema “Meningkatkan kapasistas dan kompetensi dewan hakim MTQ yang berkualitas dan profesonal”.

Ghozali menyampaikan, kegiatan ini digelar dalam kaitan Kota Tangerang akan menjadi tuan rumah MTQ Provinsi Banten tahun 2019.

“Kita ingin lebih siap, tidak hanya dalam aspek teknis penyelenggaraan MTQ, namun juga harus menyiapkan kafilah terbaik yang akan berlaga di MTQ Banten tahun 2019, termasuk dewan hakimnya,” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Tangerang, yang diwakili Sekretaris Daerah selaku Ketua Umum LPTQ Kota Tangerang, berharap kegiatan ini dapat meriview sekaligus meningkatkan kemampuan calon dewan hakim yang akan bertugas menyeleksi calon-calon kafilah Kota Tangerang pada perhelatan MTQ Provinsi Banten 2018.

“Sesuai dengan tema kegiatan kali ini, kita harapkan dewan hakim memiliki kompetensi yang memadai dan memiliki kapasitas yang profesional,” jelasnya.

Sekda Kota Tangerang, Dadi Budaeri menegaskan komitmennya bahwa Kota Tangerang harus lebih berprestasi pada perhelatan MTQ Banten tahun 2019.

“Ini momentum yang tepat bagi Kota Tangerang untuk meningkatkan peringkat kejuaraan dibanding MTQ Banten tahun ini,” tegasnya.

Seperti diketahui, pada MTQ Banten 2018 Kota Tangerang hanya mampu berada di posisi keenam dari delapan kabupaten/kota se- Banten.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatn ini, Ketua Harian LPTQ Banten Prof. Dr. H. E. Syibli Syarjaya dan Sekretaris I LPTQ Banten Dr. H. Ahmad Tholabi Kharlie. Keduanya didaulat menyampaikan materi tentang profil dewan hakim yang kompeten dan profesional serta manajemen perhakiman MTQ.

Prof. Syibli, yang juga Ketua Harian LPTQ Banten, mengingatkan tentang posisi vital dewan hakim dalam MTQ.

“Dewan hakim adalah “min arkanil musabaqah” atau salah satu dari rukun MTQ. Sesuai dengan sifat rukun, maka MTQ akan rusak jika salah satu rukunnya rusak, bahkan bisa kehilangan legitimasi,” tukasnya.

Bagi Syibli, yang juga Guru Besar UIN Banten, dewan hakim tidak bisa bermain-main, karena memiliki misi dan beban kerja yang sangat berat.

“Hasil kerja dewan hakim Kota Tangerang tidak hanya menyangkut peserta atau LPTQ, tapi akan menentukan nasib dan nama baik masyarakat Kota Tangerang. Jadi jangan main-main,” demikian Syibli mengingatkan.

Demikian sentra dan pentingnya posisi hakim dalam MTQ, LPTQ Provinsi Banten memiliki kebijakan yang sangat jelas dan tegas terhadap dewan hakim, baik reward maupun punishment.

Sebagai pembicara kedua, Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, selaku Sekretaris I LPTQ Banten, mengajak segenap stakeholders MTQ untuk kembali mengingat khittah penyelenggaraan MTQ.

“MTQ tidak sekadar perlombaan an sich. Pada MTQ terdapat misi langit yang sakral dan sarat muatan etika moral,” demikian Tholabi mengingatkan seraya menyebutkan sejumlah misi yang diemban MTQ dan para penyelenggaranya.

Menurut dia, anggapan bahwa MTQ sekadar permainan atau bahkan siyasah merupakan kekeliruan yang harus diluruskan.

Lebih lanjut Kang Abie, sapaan akrabnya, menekankan tentang pentingnya penyelenggaraan MTQ yang bermutu dan pengelolaan LPTQ yang profesional.

Kang Abie memaparkan tujuh standar mutu MTQ yang harus diperhatikan oleh stakeholders yang terlibat dalam MTQ, yakni: ketersediaan sistem atau pedoman, SDM pelaksana, peserta, dewan hakim, sarana dan prasarana, pengawasan, dan pertanggungjawaban.

Ketujuh hal ini menjadi barometer sukses atau tidaknya MTQ. Di akhir paparannya, Kang Abie menjelaskan tentang sejumlah perubahan pedoman musabaqah dan perhakiman MTQ hasil Munas LPTQ tahun 2016 serta kiat dan strategi menyiapkan calon-calon duta MTQ yang bermutu. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here