Gelar ‘Customer Engagement’, BPJS Ketenagakerjaan Sasar Pekerja di Bandara Soetta

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tangerang Batu Ceper mengelar ‘Customer Engagement’ (keterlibatan konsumen) selama tiga hari, Rabu-Jumat (24-26/7/2019), di area Food Court, Soewarna Business Par, Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang.*


TANGERANG, (KB).- Sasar pekerja informal, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Batu Ceper,  menggelar ‘Customer Engagement’ (keterlibatan konsumen) selama tiga hari, Rabu-Jumat (24-26/7/2019), di area Food Court, Soewarna Business Par, Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang.

Dalam kegiatan yang bertujuan untuk mengenalkan ‘Engagement’ Ketenagakerjaan di kawasan Bandara terbesar di Indonesia tersebut, BPJS Ketenagakerjaan menggandeng RS Hermina Daan Mogot dengan menggelar pemerikasaan kesehatan gratis. Diantaranya gula darah, kolesterol, asam urat, dan berat badan.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tangerang Cabang Batu Ceper, Ferry Yuniawan menyampaikan bahwa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Bandara Soetta belum mencapai 100 persen.

“Kalau dilihat dari jumlah pekerja atau perusahan, baru 85 persen yang secara formal masuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Sisanya 15 persen yang informal seperti pedagang, sopir cargo, dan porter yang belum masuk kepesertaan, diharapkan dapat menjadi anggota kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Ferry kepada Kabar Banten.

Ia mengatakan, dengan adanya kegiatan ‘Customer Engagement’ BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Bandara Soetta tersebut, diharapkan para pekerja yang tadinya kurang paham menjadi paham kalau BPJS Ketenagakerjaan ada di lingkungan Bandara Internasional Soetta, Tangerang.

“Kegiatan ini juga sekaligus ajang promosi apabila ada perusahaan atau pekerja yang belum mendaftar bisa langsung mendaftar ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat,” ujar Ferry.

Untuk diketahui, jumlah pekerja atau pun perusahaan yang masuk menjadi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Batu Ceper saat ini telah mencapai 150 ribu. Namun demikian masih banyak jumlah pekerja informal yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Ini yang menjadi tugas kami ke depan dalam mengajak masyarakat untuk bisa menjadi peserta mengingat jaminan sosial yang sangat penting dalam perlindungan diri dalam bekerja,” kata Ferry.

Ferry menyampaikan bahwa penyebab masih minimnya peserta dari sektor informal adalah kurangnya sosialisai di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya ke depan akan banyak melakukan kerjasama dengan berbagai lembaga maupun komunitas dan kelompok.

“Targetnya peserta dari sektor informal bisa bertambah dan mendapatkan informasi mengenai pentingnya perlindungan diri dalam jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujarnya.

Umi (50), salah satu peserta BPJS Ketenagakerjaan mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut.

“Kegiatan sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan gratis seperti ini harus sering-sering dilakukan, karena sangat membantu sekali. Sebab, masih banyak pekerja di sektor informal masuk dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, banyak yang tidak tahu membedakan apa BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan,” kritik Umi, warga Poris Plawad, Cipondoh, Kota Tangerang. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here