Senin, 18 Februari 2019

Gelar Aksi di DPRD Kota Cilegon, Mahasiswa Sorot Kehidupan Mewah Anggota Dewan

CILEGON, (KB).- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Banten menggelar aksi unjuk rasa di Halaman Gedung DPRD Kota Cilegon, Rabu (12/12/2018). Dalam aksi tersebut, mereka menyoroti kehidupan mewah anggota dewan.

Massa mahasiswa tiba di Halaman Gedung DPRD Kota Cilegon, sekitar pukul 14.00 WIB, dengan pengawalan aparat kepolisian. Sambil membentangkan spanduk dan pamflet bertulisan tuntutan, agar dewan prorakyat, para pengunjuk rasa meminta bertemu dengan anggota dewan.

Namun, keinginan para mahasiswa tersebut tak terpenuhi, karena saat itu sejumlah anggota DPRD Kota Cilegon sedang melakukan kunjungan kerja ke Surabaya. Mereka ditemui Kepala Sub bagian Humas dan Protokol Sekretariat DPRD (Setwan) Kota Cilegon, Ahmad Muiz.

Seorang Koordinator Aksi, Sabawi dalam orasi menuturkan, anggota DPRD masih belum berpihak kepada rakyat dalam menjalankan tugasnya. Oleh karena itu, dia meminta semua anggota legislatif di Kota Cilegon memihak kepada rakyat, sesuai dengan janji yang diucapkan pada saat pelantikan. Sebab, kesenjangan masih sangat terasa.

“Dewan hidupnya bergelimangan harta dan serba kecukupan. Namun, berbanding terbalik ketika kami melihat kehidupan rakyat masih serba kekurangan. Sektor pendidikan dan kesehatan yang seharusnya menjadi hak rakyat sering diabaikan. Sebagai refleksi Hari Antikorupsi ini, kami meminta para anggota dewan untuk prorakyat,” katanya.

Ia menuturkan, bahwa aksi unjuk rasa tersebut, digelar sebagai refleksi Hari Antikorupsi dan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) 2018. Menurut dia, Hari HAM yang digelar setiap 10 Desember dilupakan oleh semua pihak, termasuk anggota DPRD seluruh Indonesia.

Untuk itu, pihaknya meminta anggota legislatif untuk mendorong kasus penuntasan HAM yang tidak kunjung selesai. “Kasus penyiraman air keras kepada penegak hukum yang masih belum ditemukan siapa dalangnya, kasus penyerobotan tanah, dan masih banyak lagi kasus lainnya,” ujarnya.

Dewan sedang kunjungan kerja

Aktivis BEM lainnya, Riki mengatakan, seharusnya anggota dewan lebih peka terhadap masalah sosial lainnya. Pada saat ada warga membutuhkan, dewan harus cepat tanggap dan langsung menemui warga tersebut. Jika perlu turun ke lapangan, untuk menindaklanjuti temuan-temuan yang selama ini tidak prorakyat.

“Sesuai dengan tupoksinya, kami meminta, agar dewan bekerja sesuai dengan hati nurani dan harus berani menolak serta menegur dengan keras dan jika perlu laporkan apabila ada indikasi perbuatan yang mengarah kepada korupsi,” ucapnya.

Menanggapi tuntutan pengunjuk rasa, Kasubag Humas dan Protokoler Sekretariat DPRD (Setwan) Kota Cilegon, Ahmad Muiz meminta maaf. “Mohon maaf kepada adik-adik aktivis mahasiswa, mengingat saat ini anggota DPRD Cilegon sedang melakukan kunjungan kerja (kunker) yang merupakan bagian dari kinerja dewan dan sudah terprogram jauh-jauh hari, untuk audensi dengan anggota dewan bisa kami agendakan kembali,” tuturnya.

Ia menuturkan, sesuai dengan prosedur, maka harus ada surat permohonan. Selanjutnya, akan dijadwalkan. Setelah mendapat penjelasan dari staf setwan, massa mahasiswa yang berunjuk rasa meninggalkan Gedung DPRD Kota Cilegon. (HS)*


Sekilas Info

Tabung Gas Bocor Picu Kebakaran, Pemilik Rumah Terluka

CILEGON, (KB).- Insiden kebakaran terjadi di rumah milik Mulyadi warga di Lingkungan Temu Putih, Kelurahan Ciwaduk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *