Gelapkan Uang Perusahaan, Oknum Eks Pegawai FIF Divonis 1,6 Tahun

LEBAK, (KB).- Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lebak menjatuhkan vonis 1,6 tahun penjara kepada Anggri Sundawa terdakwa kasus penggelapan dalam jabatan di perusahaan FIFGROUP Cabang Rangkasbitung, dalam sidang yang digelar Kamis (10/10/2019).

Vonis terhadap terdakwa eks pegawai FIF yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Kustrini, SH, MH lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Roy Tua Hakim, SH yang menuntut terdakwa 2,3 tahun penjara.

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim menyatakan, terdakwa secara sah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan melawan hukum berupa penggelapan dalam jabatan, sebagaimana pasal 374 KUHP. Terdakwa dalam perbuatan melawan hukumnya, tidak menyetorkan uang pembayaran angsuran kredit dari konsumen kepada perusahaan.

“Akibat perbuatan terdakwa, perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 28.779.000,” kata Majelis Hakim dalam amar putusannya.

Sebagaimana fakta dan bukti dipersidangan, terdakwa tidak menyetorkan uang angsuran sebanyak 29 konsumen yang dititipkan kepada terdakwa kepada perusahaan, yaitu FIFGROUP Cabang Rangkasbitung.

Hal itu diketahui setelah pihak perusahaan melakukan kroscek kepada konsumen, dimana konsumen sudah melakukan pembayaran angsuran melalui terdakwa dengan bukti kuitansi setoran, sebagaimana barang bukti berupa surat Kuasa Nomor : 01/FIF-141/OR2-DEPT-RK3/1X/2015 tanggal 6 Desember 2010.

“Atas fakta bukti dan saksi dipersidangan, maka majelis hakim memutuskan vonis 1,6 tahun penjara kepada terdakwa,” ujarnya. Menanggapi putusan majelis hakim, terdakwa Anggri Sundawa menerima dan tidak melakukan banding.

Jadikan pembelajaran

Terpisah, Kepala Cabang FIFGROUP Rangkasbitung, Erna Handoko didampingi Recovery Section Head Agus Gunawan mengaku puas dengan vonis yang dijatuhkan majelis halim terhadap terdakwa. Vonis tersebut diharapkan bisa memberikan efek jera dan menjadi pelajaran bagi pegawai lain di perusahaannya agar bisa bekerja sesuai ketentuan dan tidak melakukan tindakan melawan hukum.

“Kejadian ini sebaiknya bisa dijadikan pembelajaran bagi karyawan lain agar bekerja sesuai aturan dan tidak melakukan tindakan yang melawan hukum,” ucapnya.

Sekadar diketahui, terdakwa dilaporkan oleh pihak perusahaan kepada pihak kepolisian pada September 2018. Terdakwa dilaporkan karena tidak menyetorkan uang angsuran konsumen kepada perusahaan PT FIFGROUP cabang Rangkasbitung yang beralamat di Jalan Sunan Kalijaga Nomor 260 Blok C, Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung. (PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here