‘Gebrak Pak Kumis’, Pemkab Tangerang Renovasi Rumah tak Layak Huni

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melakukan renovasi atau perbaikan sejumlah rumah reyot milik warga setempat yang tidak layak huni di kawasan pesisir Desa Sindang Panon, Kecamatan Sindang Jaya.

“Perbaikan rumah tersebut merupakan bagian dari program Gerakan Bersama Rakyat Berantas Pemukiman Kumuh dan Miskin (Gebrak Pak Kumis),” kata Camat Sindang Jaya Abudin di Tangerang, Selasa (28/1/2020).

Ia mengatakan “Gebrak Pak Kumis” merupakan salah satu dari sejumlah program unggulan Pemkab Tangerang yang pro terhadap warga tidak mampu dan telah digulirkan sejak 2012.

Menurut dia, ada empat rumah warga yang dibangun di RW03, Desa Sindang Panon kondisinya tidak layak huni, karena lantai tanah, dinding dari anyaman bambu, dan tidak memenuhi standar sanitasi.

Ia mengungkapkan, perbaikan rumah tersebut, merupakan usulan dari warga lainnya dan tokoh masyarakat, sehingga dikerjakan secara bergotong-royong. Namun, Pemkab Tangerang mengucurkan dana perbaikan rumah tersebut, kemudian warga membeli aneka kebutuhan bahan material yang diperlukan.

Sementara, empat rumah yang diperbaiki tersebut, sudah dalam kondisi memprihatinkan dan memang tidak layak huni, karena bahan material sudah lapuk.

Dari hasil laporan dari Ketua RW 03 Heru, bahwa rumah warga tersebut, terancam roboh dan dalam kondisi miring, maka perlu segera diperbaiki.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pemakaman (Perkim) Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah membenarkan, aparat kecamatan di Sindang Jaya telah menjalani program Gebrak Pak Kumis.

Ia mengatakan, program tersebut awalnya dengan nama bedah rumah dan telah dilaksanakan sejak 2012 pada rumah warga di pesisir Pantai Utara Laut Jawa.

Ia menuturkan, program tersebut dilakukan secara bertahap sesuai dengan anggaran yang tersedia dan pihaknya bersama camat tetap memantau, agar perbaikan rumah tidak layak menjadi layak.

“Upaya tersebut diharapkan, agar warga pemilik dapat dinikmati rumah yang memenuhi standar kesehatan termasuk mempunyai sumur, dapur, serta saluran pembuang, agar sesuai standar kesehatan,” tuturnya. (Dewi Agustini)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here