Gas 3 Kg Langka Akibat Kuota Sedikit, Agen : Buktikan Jika Kelangkaan Akibat Ditimbun

LEBAK, (KB).- Agen gas elpiji 3 kilogram (Kg) PT Sinar Malingping Putra meminta dibuktikan jika langkanya gas bersubsidi tersebut karena adanya dugaan praktik penimbunan.

“Langkanya gas 3 kg karena meningkatnya kebutuhan menjelang ramadan, namun tidak dibarengi dengan penambahan kuota. Terlebih saat ini adanya kebijakan pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19,” ujar Agen gas elpiji, H Imam Taufik SE, kepada Kabar Banten, Ahad (5/4/2020).

Ia mengatakan, kuota yang diterima pihaknya dalam satu bulan sekitar 40 ribu tabung gas 3 kg. Sementara kebutuhan masyarakat akan gas tersebut meningkat drastis menjelang ramadan ditambah adanya kebijakan pemerintah dalam upaya pencegahan virus Corona.

“Pada hari-hari biasa dengan kuota sebanyak itu kadang kekurangan, apalagi sekarang menjelang bulan Ramadan. Ditambah lagi sekarang ini ada kebijakan pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran virus corona,” katanya.

Baca Juga : Gas Melon Langka, Emak-emak Menjerit

Iman menegaskan, dirinya siap menerima konsekuensi apapun termasuk proses hukum jika melakukan tindakan melanggar hukum, melakukan penimbunan tabung bersubsidi atau menaikan harga gas 3 kg kepangkalan.

“Transaksi pemesanan maupun pembayaran dari pangkalan keagen menggunakan sistem, cashlesss payment. Karena itu tidak ada celah bagi agen untuk memainkan harga atau menimbun gas,” ujarnya.

Sebagai koordinator wilayah selatan Hiswana Migas, Imam meminta kepada siapapun untuk memberikan informasi akurat yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum jika ada pangkalan “nakal” yang menimbun maupun menaikan harga gas 3 kg.

“Kalau harga gas elpiji 3 kg dari agen ke pangkalan variatif tergantung jarak tempuh kisarannya antara Rp 16.400 hingga Rp 17.000 per tabung. Kalau terjadi ditingkat pengecer saya tidak bisa berbuat banyak karena tidak ada regulasi yang mengatur,” tuturnya. (DH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here