Selasa, 20 November 2018
Puluhan warga Kota Serang saat menunggu dan mengurus untuk melakukan perekaman KTP elektronik di Kantor Disdukcapil Kota Serang, Selasa (31/10/2017).*

Gantikan KTP Elektronik, 14.000 Warga Gunakan Suket

SERANG, (KB).- Sebanyak 14.000 warga Kota Serang telah melakukan perekaman kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) di Kantor Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang. Namun, saat ini, mereka harus menggunakan surat keterangan (Suket) sebagai penganti KTP-el belum dapat dicetak.

Sekretaris Disdukcapil Kota Serang, Hudori mengatakan, saat ini masih sekitar 14.000 warga yang telah melakukan perekaman, tetapi KTP belum bisa dicetak. Hal tersebut disebabkan, karena belum mengalami proses penunggalan dari pusat atau data belum ditunggalkan.

“Menyadari kekurangan itu, maka pemerintah menerbitkan suket yang memiliki fungsi yang sama dengan KTP. Bagi masyarakat yang KTP-nya belum bisa dicetak dan supaya mereka tetap terlayani dengan baik, maka diterbitkan suket,” katanya kepada Kabar Banten saat ditemui di ruang kerja, Selasa (31/10/2017).

Ia menuturkan, penggunaan suket terjadi, karena masalah sistem yang tidak bisa dipaksa untuk merespons. “Kami kan saat ini sudah berbasis IT atau sistem. Kelebihannya bisa terdeteksi atau terkontrol dan kekurangannya tidak bisa dipantau oleh kami. Jika sistem gagal ya gagal, berbeda dengan manual,” ujarnya.

Saat ini, ucap dia, pemerintah menargetkan akhir tahun perekaman KTP-el bisa tuntas dan Disdukcapil Kota Serang menargetkan akhir 2017 proses perekaman KTP-el akan tuntas. Saat ini masih ada sekitar 10.000 warga yang belum melakukan perekaman.

“Tapi itu bukan data real, karena sebagian dari mereka ada yang meninggal dan masih tersimpan datanya serta belum membuat akta kematian dan pindah yang tidak melalui prosedur. Jadi, masih ada sekitar 4 persen sisanya,” tuturnya.

Sementara, untuk blangko hingga saat ini tidak ada masalah. Saat ini, blangko masih tersisa sebanyak 4.000 blangko. Ketika habis, pihaknya akan segera mengajukan ke pusat untuk dikirimkan. “Untuk mengajukan sesuai dengan kebutuhan daerah. Saat ini pengiriman blangko pun sudah normal dibandingkan sebelumnya sempat mengalami kevakuman memproduksi akibat proses lelang,” katanya.

Bukan hanya itu, ujar dia, untuk jumlah data ganda masih belum terhitung. Namun, di bulan sebelumnya, data ganda didapatkan sebanyak 5.000 hingga 6.000 data. “Kalau untuk bulan ini, kami belum mengetahui, karena akan dilihat di akhir bulan. Untuk mengatasi masalah itu, kami akan usulkan ke pusat, sekurang-kurangnya sebulan warga yang memiliki data ganda akan melakukan perekaman baru lagi setelah dibuang duplikatnya,” ucapnya. (TM)***


Sekilas Info

2019, LPTQ Kembali Cetak Mushaf Al Bantani

SERANG, (KB).- Lembaga Pengembangan Tilawat Quran (LPTQ) Provinsi Banten menyelengarakan Seminar Mushaf Alquran Al-Bantani di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *